Pelopor.id | Perusahaan keuangan asal Amerika Serikat (AS), Citigroup Inc mengumumkan eksposur bisnisnya di Rusia mencapai hampir USD 10 miliar. Langkah ini dilakukan Citigroup, menyusul sanksi baru yang dijatuhkan terhadap negara yang menginvasi Ukraina itu.
Seperti diketahui, AS, Kanada, Inggris dan Eropa mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia pada akhir pekan lalu, termasuk memblokir akses bank tertentu ke sistem pembayaran internasional SWIFT.
Citigroup juga mengumumkan nilai eksposurnya sebagai tanggapan atas pertanyaan yang datang apakah harus menyisihkan dan untuk menutupi potensi kerugian. Bagi Citigroup, Rusia adalah 21 dari 25 negara dengan eksposur terbesar.
Total eksposur kredit, sekuritas dan komitmen pendanaan hingga akhir Desember 2021 mencapai USD 5,4 miliar, turun sekitar 2% dari angka per September.
Citigroup memperingatkan secara umum potensi pukulan terhadap bisnisnya dari meningkatnya ketegangan antara Barat dan Rusia setelah invasi ke Ukraina.
“Citi terus memantau situasi geopolitik dan kondisi ekonomi Rusia-Ukraina saat ini dan akan mengurangi eksposur dan risikonya sebagaimana mestinya,” kata pihak manajemen seperti dikutip dari Reuters.
Analis Wells Fargo Mike Mayo memperkirakan, Citigroup harus menambah USD 300 juta cadangan untuk mengantisipasi potensi kerugian hampir USD 3 miliar dari kredit yang didanai.[]












