Pelopor.id | Produsen chip Nvidia Corp memprediksi, pendapatannya pada kuartal pertama tahun ini yang sedang berlangsung bisa mencapai sekitar USD 8,1 miliar. Angka itu lebih tinggi dari proyeksi analis yang sebesar USD 7,29 miliar.
Optimisme Nvidia antara lain didukung oleh permintaan yang kuat akan pusat data dan juga ekspansi sejumlah perusahaan teknologi ke dunia metaverse.
Melansir Reuters, pada kuartal terakhir tahun lalu, pendapatan pusat data mencetak rekor dengan kenaikan signifikan hingga 71% menjadi USD 3,26 miliar.
Chief Executive Officer (CEO) Jen-Hsun “Jensen” Huang mengakui bisnis masih akan dibatasi oleh pasokan, namun ia yakin hal itu akan membaik.
Secara keseluruhan, nilai pendapatan Nvidia pada kuartal keempat lalu mencapai USD 7,64 miliar, lebih tinggi dari perkiraan analis USD 7,42 miliar.
Pada periode yang sama, perusahaan itu juga membukukan laba bersih sekitar USD 3 miliar, tumbuh 22% secara year-on-year (yoy).
Awal bulan ini, Nvidia juga mengumumkan telah batal membeli perusahaan semikonduktor Arm Ltd dari SoftBank Group.
Sebelumnya, Nvidia mengumumkan rencana akuisisi senilai USD 40 miliar pada September 2020. Melalui akuisisi itu, Nvidia ingin mengendalikan teknologi chip dalam segala hal, mulai dari smartphone hingga peralatan pabrik. []












