Pelopor.id | Hari Radio sedunia diperingati setiap tanggal 13 Februari. Lantas, bagaimana sejarah Hari Radio sedunia? Berikut Pelopor.id rangkum dari berbagai sumber.
Berdasarkan laman resmi UNESCO, Hari Radio sedunia diresmikan sejak 2011 oleh negara-negara yang masuk dalam anggota United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Setahun kemudian, PBB resmi menetapkan tanggal 13 Februari sebagai World Radio Day atau Hari Radio sedunia.
Awalnya, Hari Radio sedunia diperingati dari perannya sebagai media yang mampu merayakan kemanusiaan dalam segala bentuk keragaman. Di sisi lain, radio juga menjadi platform penyalur segala bentuk informasi.
Laman UNESCO menyebutkan, radio berperan menjangkau khalayak seluas-luasnya, dapat menjadi wadah untuk menampung suara masyarakat agar didengar dan diwakili.
Selain itu, radio juga memiliki tanggung jawab menawarkan berbagai program, menerima sudut pandang dan konten, serta mencerminkan keragaman pendengar dalam organisasi dan operasinya.
Hingga saat ini, radio masih menjadi salah satu media yang paling terpercaya dan digunakan oleh dunia, baik untuk hiburan atau sebagai sumber informasi.
Tahun ini, Hari Radio sedunia mengangkat tema ‘Radio dan Kepercayaan’, melansir situs United Nations. Tema itu dipilih lantaran tingginya krisis kepercayaan publik di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.
Untuk merayakan Hari Radio sedunia tahun ini, UNESCO mengajak seluruh stasiun radio di dunia turut berpartisipasi dan memilih tiga sub tema berikut untuk disiarkan. Pertama, kepercayaan pada jurnalisme radio: menghasilkan konten yang independen dan berkualitas.
Kedua, kepercayaan dan aksesibilitas: menjaga audiens, dan ketiga adalah kepercayaan dan kelangsungan hidup stasiun radio: pastikan daya saing. []












