Pelopor.id | Tingginya angka kasus Covid-19 varian Omicron membuat keterisian tempat tidur rumah sakit atau Bed Occcupancy Rate (BOR) di Jakarta sudah mencapai 45 persen. Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris meminta pemerintah memperbanyak tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid.
“Hal ini penting agar BOR faskes di ibu kota tetap terkendali, sehingga faskes tetap bisa melakukan pelayanan kesehatan yang optimal dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat,” kata Charles dalam keterangan persnya seperti dilansir dari Parlementaria.
Charles mengatakan pentingnya perbanyak jumlah fasilitas isolasi terpusat di Jakarta untuk menampung pasien gejala sedang dan ringan yang tidak punya tempat isolasi mandiri, dan yang khawatir mengalami perburukan.
“Sebab, pasien di tempat isolasi terpusat akan dipantau secara intensif oleh tenaga medis. Dengan isolasi terpusat bagi pasien gejala sedang dan ringan, tempat tidur di faskes tetap tersedia bagi pasien gejala berat dan kritis,” ungkap legislator dapil DKI Jakarta III itu.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta kewaspadaan dengan naiknya indikator BOR Covid-19 di Jakarta. Antara lain dengan memastikan kesiapan sarana prasarana perawatan, obat-obatan, oksigen, ventilator, termasuk operasional untuk tenaga kesehatan.
Mufida mengingatkan pemerintah masih memiliki masalah tunggakan klaim rumah sakit (RS) untuk penanangan Covid-19 pada tahun 2020. Dikhawatirkan tunggakan ini memengaruhi kesiapan RS seiring meningkatnya kasus Covid-19 dan meningkatnya BOR.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta pemerintah meringankan beban RS dengan menyelesaikan kewajiban, jelang potensi adanya gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia.
“Pemerintah wajib selesaikan tunggakan bayar klaim RS, khususnya tahun 2020. Harus dicarikan solusinya untuk meringankan beban saat BOR terus meningkat,” ungkap legislator dapil DKI Jakarta I tersebut. []
Baca juga: 60 Pegawai Positif Covid-19, Kemensos Lockdown Kantor Pusat












