Pelopor.id | Perusahaan telekomunikasi asal Inggris, Vodafone, saat ini sedang dalam tahap pembicaraan dengan perusahaan telekomunikasi asal Perancis, Iliad, untuk mencapai kesepakatan merger di Italia.
Jika berhasil, kesepakatan ini akan menciptakan raksasa telekomunikasi dengan penetrasi pasar seluler sekitar 36 persen dan pendapatan gabungan hampir € 6 miliar, atau setara USD 6,80 miliar, seperti dilansir dari Reuters.
Berdasarkan data pengawas komunikasi Italia AGCOM, Vodafone tercatat memiliki pendapatan tahunan sekitar € 5 miliar di Italia dan penetrasi pasar 28,5 persen di antara pelanggan ponsel.
Sedangkan, pendapatan tahunan unit bisnis Iliad di Italia tercatat sekitar € 674 juta pada 2020 dan pangsa pasar seluler sekitar 7,7 persen.
Iliad dikabarkan telah menunjuk bank investasi Lazard untuk mendampinginya dalam rencana strategis di Italia. Perusahaan yang didirikan oleh miliarder Xavier Niel itu juga disebut-sebut akan memulai debut wireline broadband di Italia pada akhir bulan ini.
Dalam beberapa bulan terakhir, Iliad memang telah meninjau opsi untuk lebih memperluas pasarnya di Italia. Iliad juga berupaya memanfaatkan kesempatan dari maraknya merger di industri telekomunikasi Italia, sebagai upaya mempercepat konsolidasi dan menghentikan perang harga.
Meski demikian, rencana merger Vodafone dan Iliad ini masih menunggu restu dari pemerintah Italia dan regulator antimonopoli Eropa. Sebelumnya, regulator antimonopoli telah menentang sejumlah upaya merger di Eropa, salah satunya pengambilalihan Three atas O2 Inggris pada tahun 2016 lalu. []
Baca juga: Ucapan Merry Christmas Pertama di Dunia Terjual Rp 1,6 Miliar












