Kinerja ByteDance, Tencent, dan Alibaba Anjlok Imbas Pengetatan Aturan China

- Editor

Minggu, 23 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ByteDance. (Foto:Pelopor.id/LinkedIn)

ByteDance. (Foto:Pelopor.id/LinkedIn)

Pelopor.id – Kinerja sejumlah perusahan teknologi Tiongkok anjlok akibat pengetatan aturan oleh pemerintah setempat. Salah satunya ByteDance yang mencatat perlambatan pertumbuhan pendapatan di tahun 2021. Dilansir dari Bloomberg, pendapatan induk TikTok ini, hanya naik 70 persen atau mencapai US$ 58 miliar di 2021 dibanding pertumbuhan pendapatan ByteDance di tahun 2020 yang mencapai 100 persen.

Untuk menghadapi tekanan regulasi, ByteDance merampingkan lengan investasinya untuk mengantisipasi pembatasan yang lebih ketat dalam pembuatan kesepakatan bisnis. Hal ini, tentu saja akan menghambat kemampuan perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan di masa depan. Bahkan, sepertinya Bytedance akan menunda rencana listing di bursa saham meski rencana itu sudah mencuat ke publik tahun lalu.

Tak hanya ByteDance, regulasi ketat Negeri Tirai Bambu juga telah mempengaruhi kinerja raksasa teknologi lainnya seperti Alibaba dan Tencent. Salah satu regulasi yang dinilai paling berpengaruh terhadap kinerja raksasa teknologi di China adalah tentang aturan pencarian modal, keamanan data dan gim online.

Alhasil, Tencent Holdings hanya melaporkan peningkatan laba 3 persen pada kuartal III 2021 menjadi CNY 39,5 miliar. Sedangkan pendapatannya meningkat 13 persen menjadi CNY 142,37 miliar. Angka ini, di bawah perkiraan konsensus 28 analis senilai CNY 145,41 miliar.

Sementara Alibaba hanya mampu mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 29 persen untuk kuartal III 2021 atau per September 2021, setera CNY 200,7 miliar. Perusahaan ini juga memprediksi, pendapatannya akan tumbuh 23 persen pada tahun fiskal 2022 yang berakhir 31 Maret 2022, atau lebih rendah dari 27 persen yang diprediksi oleh para analis.

Baca Juga :   Film Uncharted yang Dibintangi Tom Holand Duduki Peringkat 1 Box Office AS

Alibaba Grup, akan mengubah target pasar yang lebih tersegmentasi selama beberapa bulan mendatang. Mereka, akan beralih dari strategi super-aplikasi ke strategi entri multi-aplikasi yang diharapkan dapat membantu perusahaan untuk merespons persaingan pasar dengan lebih baik. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta
Bank Jakarta Raih Indonesia 50 Best CEO Awards & Indonesia Best COO Awards 2026
Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum
Danamart Luncurkan Blended Finance Pertama di Indonesia, Buka Akses Investasi ESG
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang
Pilates Hunter Kemang Hadirkan Paket Promo Grand Opening Mulai Rp900.000

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB