Pelopor.id | Kripto berkapitalisasi pasar utama, seperti Bitcoin dan Etherium, masih terkoreksi dalam perdagangan hari ini, Rabu (19/01/2022). Salah satunya dipicu oleh masih adanya katalis negatif di pasar keuangan global. Investor masih cenderung mencerna katalis dari potensi pengetatan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed).
Melonjaknya yield obligasi pemerintah AS (Treasury) membuat investor kembali melepas saham-saham teknologi di AS dan turut menjadi sentimen negatif bagi pasar kripto. Seperti diketahui, yield Treasury bertenor 10 tahun naik ke kisaran level 1,8 persen.
Selain itu, investor juga fokus pada pertemuan The Fed pekan depan, yang memberi sinyal bahwa mereka akan menaikkan suku bunga pada Maret, untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.
“Federal Reserve harus menjadi lebih hawkish dengan pernyataan suku bunga mereka pada pertemuan Januari, menyusul kemajuan yang dibuat di pasar tenaga kerja pada bulan Desember dan kenaikan inflasi ke level tertinggi hampir 40 tahun,” ujar Public Relation Manager Litedex Protocol David Saragih, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/01/2022).
Ia berharap ini memberikan dasar di bawah untuk Kripto, yang telah berada di bawah tekanan selama beberapa minggu terakhir, lantaran pasar mulai menetapkan pandangan yang lebih seimbang untuk normalisasi Fed.
Berdasarkan data platform Litedex Protocol pada pukul 15.00 WIB, Etherium melemah 4,37 persen menjadi USD 3.064.22. Sedangkan untuk perdagangan besok, Etherium diperkirakan dibuka fluktuatif namun melemah di kisaran USD 2.950.50 – USD 3.180.70. []
Baca juga: Bitcoin dan Etherium Jatuh Akibat Aksi Wait and See












