“Tidak hanya business-to-business, Indonesia dan Korea juga memiliki hubungan people-to-people yang erat. Salah satunya melalui budaya K-pop yang sangat digemari di Indonesia.”
Pelopor.id | Jakarta – Menteri Keuangan RI (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melakukan pertemuan bilateral secara fisik dengan Mr. Choo Kyung-ho, Deputi Perdana Menteri Republik Korea (Korea), di Pertemuan Finance Ministers and Central Bank Governors Ketiga (3rd FMCBG). Dalam pertemuan itu, Deputi Choo mengatakan bahwa pihaknya tertarik berkolaborasi dengan Indonesia di bidang otomotif, industri baja, dan industri kimia.
Menkeu pun menyambut baik minat Korea Selatan tersebut, dan menambahkan bahwa rencana transformasi bidang energi dan manufaktur yang lebih bersih (green energy and green industry) akan memperlebar peluang kolaborasi di bidang tersebut.
“Potensi kerja sama ekonomi masih terbuka lebar, misalnya saat ini Indonesia sedang melakukan transformasi green energy yang juga memberikan kesempatan besar bagi perusahaan Korea Selatan – khususnya di sektor manufaktur seperti industri mobil listrik,” kata Menkeu dikutip Minggu, (17/07/2022).
Sementara pertemuan ini adalah yang pertama bagi kedua pihak, setelah Choo dilantik sebagai Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Korea pada 11 Mei 2022 lalu. Dalam pertemuan tersebut, Choo mengapresiasi kepemimpinan Indonesia sebagai Presidensi G20 lantaran mampu menjaga keutuhan G20 di tengah tensi politik yang belum mereda.
Selain itu menurut Choo, Indonesia mampu meraih pencapaian-pencapaian dari agenda Finance Track. Salah satunya adalah pendirian Dana Perantara Keuangan (Financial Intermediary Fund/FIF). “berbagai risiko global yang menghantui dunia sebaiknya tidak diperburuk dengan tren proteksionisme dari beberapa negara,” ungkap Deputi Choo.
Sri Mulyani juga berterima kasih terhadap dukungan Korea terhadap Presidensi Indonesia. Menkeu juga memberikan ucapan selamat kepada pemerintahan baru Korea, dan meyakini bahwa hal ini dapat membuka banyak kesempatan bagi kerja sama bilateral yang lebih kuat.
“Tidak hanya business-to-business, Indonesia dan Korea juga memiliki hubungan people-to-people yang erat. Salah satunya melalui budaya K-pop yang sangat digemari di Indonesia, sehingga Korea memiliki citra yang baik di mata penduduk Indonesia,” sebut Menkeu. []












