Muhadjir Effendy: Karanganyar Bisa Jadi Pusat Peradaban Madani

- Editor

Jumat, 15 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko PMK, Muhadjir Effendy mengunjungi Masjid Agung Madaniyah, Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (15/07/2022). (Foto: Pelopor.id/Kemenko PMK)

Menko PMK, Muhadjir Effendy mengunjungi Masjid Agung Madaniyah, Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (15/07/2022). (Foto: Pelopor.id/Kemenko PMK)

“Pak Bupati memimpikan Karanganyar menjadi pusat peradaban baru yang mereplikasi Madinah. Jadi yang direplikasi bukan hanya masjidnya tapi seluruh peradaban yang ada di Madinah yang menjadi contoh ideal dari kehidupan.”

Pelopor.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, Kabupaten Karanganyar bisa menjadi pusat peradaban dari kawasan Solo Raya. hal ini disampaikannya setelah mengunjungi Masjid Agung Madaniyah, Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (15/07/2022).

Muhadjir mengunjungi Masjid Agung Madaniyah bersama Bupati Karanganyar Juliyatmono untuk melaksanakan ibadah Salat Jumat. Menurut Menko PMK, masjid tersebut meniru gaya arsitektur seperti Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi dan sangat mirip dengan aslinya.

Kota Madinah, yang dibangun sendiri oleh Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wassalaam, merupakan pusat peradaban yang terkenal sebagai pusat perdagangan, pusat pendidikan, dan pusat penyebaran islam.

Gagasan Bupati Juliyatmono yang mereplikasi Masjid Nabawi di Kabupaten Karanganyar pun diapresiasi Menko PMK dan agar tindak lanjut dengan adanya masjid juga menjadikan Kabupaten Karanganyar sebagai pusat peradaban seperti di Kota Madinah.

Baca Juga :   Pemerintah RI Terima Hibah Obat Remdesivir dari Belanda

“Pak Bupati punya ide yang sangat besar. Kelihatannya hanya membikin masjid dengan mereplikasi Masjid Madinah. Tetapi di samping itu, Pak Bupati memimpikan Karanganyar menjadi pusat peradaban baru yang mereplikasi Madinah. Jadi yang direplikasi bukan hanya masjidnya tapi seluruh peradaban yang ada di Madinah yang menjadi contoh ideal dari kehidupan,” ungkap Menko PMK.

Peradaban madaniyah, dicirikan menghargai perbedaan di antara warga, sambil tetap menggalang kerja sama. Saat zaman Nabi SAW, di Madinah ada Muslim, Kristiani, Yahudi, bahkan Majusi. Mereka disatukan dan bersepakat lewat Piagam Madinah. Sementara Bupati Juliyatmono sendiri, sudah merancang Karanganyar menjadi Life Center of Nusantara 2030 yang intinya menjadi pusat peradaban dan keunggulan bangsa ini.

Adapun Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu wilayah dari kawasan Solo Raya. Kawasan ini mencakup beberapa kota dan kabupaten yang terdiri dari Surakarta, Boyolali, Sukaharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, serta Klaten

Baca Juga :   Resep Opor Ayam Tahu Menu Wajib Lebaran

Keberadaan Karanganyar sebagai penopang dari Solo Raya sangat penting. Oleh sebab itu, menurut Menko PMK, Kabupaten Karanganyar mesti menjadi peradaban yang memiliki kekuatan dan keunggulan dalam berbagai aspek, seperti aspek perekonomian, aspek pariwisata, dan aspek kehidupan lainnya.

Sedangkan salah satu langkah konkret menuju pusat peradaban yang telah dilakukan Kabupaten Karanganyar adalah dengan mendirikan Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka). “Umuka saya kira ini merupakan bagian dari visi Bupati yang ingin menjadikan karangayar sebagai kota generatif,” tegasnya.

Kota generatif yang dimaksud Menko PMK adalah kota yang mandiri yang mampu menjalankan bermacam-macam fungsi di daerah tersebut, dan juga saling menguntungkan/mengembangkan daerah lainnya. “Karanganyar ini akan menjadi kota generatif yang justru menerima limpahan dari Solo menjadi kota yang berkembang dengan baik, dengan peradaban lebih bagus,” tandasnya.

Baca Juga :   Infinix Zero 5G Hadir dengan MediaTek Dimensity 900

Selain mengunjungi Masjid Agung Madaniyah, Muhadjir juga hadir dan memberikan sambutan dalam acara Gebyar Muktamar Muhammadiyah Aisyiah ke 48, di Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka). Dalam kesempatan yang sama, Menko PMK melakukan Kampanye Penanaman 10 Juta Pohon sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Ia pun, menanam pohon secara simbolis di halaman Kampus Umuka. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB