Jakarta | Juri di pengadilan California pada Selasa menyatakan Bill Cosby melakukan pelecehan seksual terhadap seorang remaja di Playboy Mansion hampir 50 tahun yang lalu. Hal itu diungkapkan dalam putusan sipil pertama terhadap Cosby, menyusul lusinan tuduhan.
Judy Huth, yang kini berusia 64 tahun, menerima ganti rugi USD 500.000, setelah juri di Santa Monica memutuskan bahwa Cosby telah melecehkannya pada tahun 1975, ketika dia baru berusia 16 tahun, setelah bertemu dengan Cosby di lokasi syuting dan membuatnya mabuk dengan alkohol.
Kasus ini adalah satu-satunya tindakan hukum yang berhasil terhadap Cosby, yang kini berusia 84 tahun, yang telah dituduh menggunakan ketenarannya untuk memangsa wanita selama beberapa dekade.
Mengutip AFP, pria yang sebelumnya dikenal sebagai “Ayah Amerika” itu dipenjara di Pennsylvania akibat membius dan melecehkan seorang wanita dalam kasus kriminal terpisah pada 2018, namun dibebaskan tahun lalu ketika hukumannya dibatalkan akibat alasan teknis.
Selama sidang sipil dua minggu, yang Cosby tidak hadiri, pengacara mengatakan bahwa dia mengantar Huth dan temannya yang saat itu berusia 17 tahun, Donna Samuelson, ke rumah Hugh Hefner setelah bertemu mereka di lokasi syuting.
Juri mendengar bagaimana ketika Huth sendirian dengan Cosby, aktor itu mulai menciumnya dan mencoba memasukkan tangannya ke dalam pakaiannya. Mereka diberitahu bagaimana dia kemudian diduga menarik celananya sendiri dan memaksanya untuk melakukan tindakan seks padanya.
Pengacara Nathan Goldberg mengatakan, selama bertahun-tahun Huth telah menekan ingatan tentang penyerangan itu, namun ingatan itu terpaksa muncul kembali untuknya ketika wanita lain mulai menuduhnya menyerang mereka.
Cosby adalah sosok yang menonjol dalam budaya populer Amerika akhir abad ke-20, dan sukses besar sebagai dokter kandungan yang ramah dan ayah Cliff Huxtable di “The Cosby Show,” yang berlangsung dari 1984-1992.
Namun sekitar 60 wanita, banyak dari mereka yang pernah menjadi calon aktris dan model, secara terbuka mencap Cosby sebagai predator berantai, yang menghujani korban dengan obat penenang dan alkohol untuk meniduri mereka selama empat dekade.[]












