Vietnam Berhasil Mengembangkan Vaksin Demam Babi Afrika

- Editor

Kamis, 2 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ternak babi. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/PublicDomainImages)

Ilustrasi ternak babi. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/PublicDomainImages)

Jakarta | Vietnam menyatakan telah berhasil mengembangkan vaksin untuk diberikan kepada babi, guna memerangi demam babi Afrika. Langkah ini mendorong Vietnam meraih tujuannya menjadi negara pertama yang memproduksi dan mengekspor vaksin tersebut secara komersial.

Demam babi Afrika, salah satu penyakit ternak yang paling mematikan, pertama kali terdeteksi di Vietnam pada Februari 2019 dan memaksa negara itu memusnahkan sekitar 20% dari kawanan babinya. Penyakit itu berasal dari Afrika, sebelum menyebar ke Eropa dan Asia.

Meski penyakit ini telah membunuh ratusan juta babi di seluruh dunia, demam babi Afrika tidak berbahaya bagi manusia.

“Ini adalah tonggak sejarah industri veteriner. Dengan kekebalan yang bertahan selama enam bulan, vaksin akan menjadi perisai bagi industri peternakan babi dan produksi babi secara global,” kata wakil menteri pertanian Phung Duc Tien dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters.

Vaksin telah dikembangkan sejak November 2019 dalam kemitraan dengan para ahli Amerika Serikat, dengan lima uji klinis diadakan. Tien mengatakan bahwa keamanan dan kemanjurannya dikonfirmasi oleh Layanan Penelitian Pertanian di bawah Departemen Pertanian Amerika Serikat (AS).

“Keberhasilan ini membuka harapan besar dan ruang untuk mengekspor vaksin demam babi Afrika yang diproduksi di Vietnam sangat besar,” lanjutnya.

Namun, Tien tidak memberikan kerangka waktu kapan vaksin dapat diekspor atau perkiraan kapasitas produksi Vietnam.

Meski wabah demam babi telah mereda di Vietnam dan memungkinkan para petani membangun kembali ternak babinya, virus tersebut masih menyerang peternakan di sejumlah negara.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Penyebaran Wabah PMK Tembus 30 Kilometer, Presiden: Segera Berikan Vaksin

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB