Jakarta | Pihak berwenang Shanghai akan mencabut penguncian atau lockdown kota selama dua bulan, mulai tengah malam pada Rabu (01/06/2022). Keputusan ini memungkinkan mobil pribadi, termasuk taksi, kembali melintas di jalan dan warga juga bebas keluar masuk kompleks perumahan berisiko rendah.
Tak hanya mobil dan taksi, transportasi massal seperti bus dan kereta api juga diizinkan melanjutkan operasi dasar mulai 1 Juni, termasuk feri yang menghubungkan distrik-distrik yang dipisahkan oleh sungai Huangpu. Hal itu diungkapkan oleh pemerintah kota Shanghai dalam pernyataan di akun WeChat resminya.
“Situasi epidemi di kota kami telah dikendalikan secara efektif dan situasinya terus membaik,” kata pemerintah kota Shanghai dalam pernyataannya seperti dikutip dari Reuters.
Meski demikian, warga masih tetap diminta untuk memakai masker, dilarang berkumpul dan didorong untuk segera melakukan vaksinasi.
Shanghai menerapkan lockdown di seluruh kota terhadap 25 juta penduduknya sejak 1 April, untuk memerangi penyebaran Covid-19. Kebijakan itu menuai kemarahan publik yang meluas atas sejumlah masalah, seperti pusat karantina yang padat, kesulitan dalam mengakses makanan dan kehilangan pendapatan.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah pembatasan pun telah dilonggarkan, namun sebagian besar jaringan transportasi umum tetap ditutup dan warga hanya dapat mengemudi jika mereka telah memperoleh persetujuan dari pihak berwenang.[]












