Jakarta | Bali memang tidak terkenal dengan air terjun, namun jika mau liburan ganti itinerary yang sudah mainstream, yaitu pantai dan sawah, Anda bisa tambahkan sedikit naluri berpetualangan dengan bermain air di beberapa air terjunnya Bali. Tentunya akan mendapatkan suasana adem dan segar yang berbeda dari pantai.
Tak jauh dari Ubud, Anda bisa bertemu dengan air terjun Tegunungan yang tidak terlalu sulit digapai namun cukup penuh kegembiraan. Arus airnya deras, sehingga jarang yang main air di kolam tempat jatuhnya air, namun kita bisa mendaki tebing-tebingnya sampai ke atas dengan hati-hati karena bebatuannya cukup licin.
Mumpung masih dekat Ubud, di daerah Gianyar, Anda bisa mengunjungi air terjun Kanto Lampo, yang tidak terlalu tinggi namun struktur bebatuan yang berundak justru memungkinkan Anda mendaki air terjun dan duduk di batu-batunya sambil menikmati guyuran air terjun.
Sekumpul, adalah air terjun yang lumayan populer namun sangat cantik dengan sekitar tujuh air terjun berkumpul berdekatan. Air terjun Nungnung dianggap sebagai salah satu air terjun di Bali yang terindah oleh wisatawan. Dengan tinggi 50 meter, memandangi air terjun ini sudah merupakan pengalaman yang mendebarkan.
Dengan air terjun yang jatuh di area mirip mangkok, menjadikannya kolam lumayan luas sehingga puas sambil bermain air di kolamnya, dengan latar belakang air terjun dan hijaunya pohon-pohon sekitar air terjun.
Satu lagi yang harus dikunjungi adalah air terjun Munduk yang menghadirkan udara sejuk, ekosistem alam yang menakjubkan, dan aktivitas liburan yang seru, plus menyediakan manfaat kesehatan kulit. Bagi yang mau menikmati manfaat kandungan sulfur di air terjun ini, harus berendam sejenak di kolam air terjun yang tidak terlalu dalam.
Masih banyak lagi air terjun di Bali yang dapat dikunjungi, namun siap-siap dengan trekking atau perlu berjuang ya untuk menggapainya, ada yang langsung menghadap pantai juga lho, tapi kebayang betapa sulit menggapainya.[]












