Jakarta | Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa krisis pangan global yang berkembang dapat berlangsung bertahun-tahun jika dibiarkan, karena Bank Dunia mengumumkan tambahan USD 12 miliar dalam pendanaan untuk mengurangi dampaknya yang menghancurkan.
Kerawanan pangan melonjak akibat suhu yang memanas, pandemi corona, dan invasi Rusia ke Ukraina, yang telah menyebabkan kelangkaan biji-bijian dan pupuk.
Pada pertemuan besar PBB di New York tentang ketahanan pangan global, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengatakan perang itu mengancam akan membuat puluhan juta orang terjerumus ke dalam kerawanan pangan.
Dia juga mengatakan bahwa apa yang bisa terjadi selanjutnya adalah malnutrisi, kelaparan massal dan kelaparan, dalam krisis yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun, saat dia dan yang lainnya mendesak Rusia melepaskan ekspor biji-bijian Ukraina. Rusia dan Ukraina sendiri menghasilkan 30% dari pasokan gandum global.
Invasi Moskow ke Ukraina dan sanksi ekonomi internasional terhadap Rusia telah mengganggu pasokan pupuk, gandum, dan komoditas lain dari kedua negara, mendorong harga makanan dan bahan bakar, terutama di negara berkembang.
Sebelum invasi Rusia pada 24 Februari 2022, Ukraina dipandang sebagai lumbung roti dunia, mengekspor 4,5 juta ton hasil pertanian per bulan melalui pelabuhannya atau setara 12% gandum di dunia, 15% jagungnya, dan setengah minyak bunga mataharinya.
Namun dengan pelabuhan Odessa, Chornomorsk dan lainnya terputus dari dunia oleh kapal perang Rusia, maka pasokan hanya dapat melakukan perjalanan di rute darat padat yang jauh kurang efisien.
“Mari kita perjelas: tidak ada solusi efektif untuk krisis pangan tanpa mengintegrasikan kembali produksi pangan Ukraina,” kata Guterres seperti dikutip dari AFP.
Rusia adalah pemasok pupuk dan gas utama dunia. Pupuk tidak dikenakan sanksi Barat, namun penjualan telah terganggu oleh tindakan yang diambil terhadap sistem keuangan Rusia, sementara Moskow juga membatasi ekspor.
Guterres juga mengatakan makanan dan pupuk Rusia harus memiliki akses penuh dan tidak terbatas ke pasar dunia.[]












