Krisis Pangan, PBB Desak Pembebasan Gandum Ukraina

- Editor

Kamis, 19 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gandum. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/manfredrichter)

Ilustrasi gandum. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/manfredrichter)

Jakarta | Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa krisis pangan global yang berkembang dapat berlangsung bertahun-tahun jika dibiarkan, karena Bank Dunia mengumumkan tambahan USD 12 miliar dalam pendanaan untuk mengurangi dampaknya yang menghancurkan.

Kerawanan pangan melonjak akibat suhu yang memanas, pandemi corona, dan invasi Rusia ke Ukraina, yang telah menyebabkan kelangkaan biji-bijian dan pupuk.

Pada pertemuan besar PBB di New York tentang ketahanan pangan global, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengatakan perang itu mengancam akan membuat puluhan juta orang terjerumus ke dalam kerawanan pangan.

Dia juga mengatakan bahwa apa yang bisa terjadi selanjutnya adalah malnutrisi, kelaparan massal dan kelaparan, dalam krisis yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun, saat dia dan yang lainnya mendesak Rusia melepaskan ekspor biji-bijian Ukraina. Rusia dan Ukraina sendiri menghasilkan 30% dari pasokan gandum global.

Invasi Moskow ke Ukraina dan sanksi ekonomi internasional terhadap Rusia telah mengganggu pasokan pupuk, gandum, dan komoditas lain dari kedua negara, mendorong harga makanan dan bahan bakar, terutama di negara berkembang.

Sebelum invasi Rusia pada 24 Februari 2022, Ukraina dipandang sebagai lumbung roti dunia, mengekspor 4,5 juta ton hasil pertanian per bulan melalui pelabuhannya atau setara 12% gandum di dunia, 15% jagungnya, dan setengah minyak bunga mataharinya.

Namun dengan pelabuhan Odessa, Chornomorsk dan lainnya terputus dari dunia oleh kapal perang Rusia, maka pasokan hanya dapat melakukan perjalanan di rute darat padat yang jauh kurang efisien.

“Mari kita perjelas: tidak ada solusi efektif untuk krisis pangan tanpa mengintegrasikan kembali produksi pangan Ukraina,” kata Guterres seperti dikutip dari AFP.

Rusia adalah pemasok pupuk dan gas utama dunia. Pupuk tidak dikenakan sanksi Barat, namun penjualan telah terganggu oleh tindakan yang diambil terhadap sistem keuangan Rusia, sementara Moskow juga membatasi ekspor.

Baca Juga :   Setelah Beroperasi 30 Tahun, BP Tinggalkan Rusia Akibat Invasi Ukraina

Guterres juga mengatakan makanan dan pupuk Rusia harus memiliki akses penuh dan tidak terbatas ke pasar dunia.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:31 WIB

Rahardja Pertegas Identitas Musik dengan Single Jatuh

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:20 WIB

Roni Joni, Rycko Ria, Naomi Ivo Rilis Single Catchy Dopamine (Bukan Haluuu)

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:05 WIB

Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Konser Guns N’ Roses pada November 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:04 WIB

Billboard “Welcome To The” Muncul di Bundaran HI, Publik Kaitkan dengan Guns N’ Roses

Senin, 22 Juni 2026 - 00:55 WIB

Ini Lirik Lengkap Lagu Anakmu Slalu Cinta Milik Lindee Cremona

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:05 WIB

Duo Antonia Resmi Rilis Mini Album Suara Hati

Minggu, 21 Juni 2026 - 02:08 WIB

Kolaborasi Enerjik Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Lahirkan Dopamine (Bukan Haluuu)

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:16 WIB

Man Sinner Tampil di Pasar Seni Ancol untuk JAKALCER FEST 2026

Berita Terbaru

Grup band Rahardja. (Foto: Istimewa)

Musik

Rahardja Pertegas Identitas Musik dengan Single Jatuh

Sabtu, 27 Jun 2026 - 05:31 WIB

Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 siap digelar. (Foto: Istimewa)

Nasional

Jakarta International Pet Show 2026 Siap Hadir di NICE PIK 2

Kamis, 25 Jun 2026 - 15:50 WIB