Jakarta | Marriott International Inc. memperkenalkan jaringan media dengan Yahoo Inc. yang akan membantu pengiklan menargetkan konsumen, sebagian dengan menggunakan data jaringan hotel tentang tamunya untuk menampilkan iklan di situs web hotel dan TV di kamar hotel.
Pihak Marriott mengatakan bahwa jaringan media yang dimulai bulan ini akan menggunakan data pelanggan yang dianonimkan dari pencarian dan pemesanan sebelumnya yang dilakukan di saluran digital Marriott, untuk menayangkan iklan yang relevan atas nama merek dan pengiklan.
Pengiklan percontohan akan dapat mengakses tampilan dan saluran seluler Marriott bulan ini, dengan jenis inventaris lainnya akan tersedia akhir tahun nanti. Jaringan tersebut akan memungkinkan penempatan di layar TV di kamar hotel Marriott, di portal Wi-Fi, dan di layar digital lainnya di lobi, gym, dan bar.
Marriott Media Network diluncurkan perdana di AS dan Kanada, sebelum berekspansi ke pasar lain.
Yahoo akan menjalankan Marriott Media Network dan berfungsi sebagai portal di mana pengiklan dapat berbelanja ruang media. Ini akan mengelola slot iklan yang tersedia, serta mencari penjualan dari pembeli.
Marriott Media Network hadir saat industri pemasaran sedang mengembangkan cara baru menjangkau konsumen di tengah gelombang perubahan privasi, termasuk rencana Google untuk memblokir cookie pihak ketiga di browser Chrome.
Menurut firma riset Insider Intelligence yang dikutip dari The Wall Street Journal, pendapatan bersih untuk iklan media ritel di Amerika Serikat (AS) akan tumbuh menjadi lebih dari USD 60 miliar pada 2024, dari USD 41 miliar tahun ini. Namun, ruang tersebut akan terus didominasi oleh Amazon.com Inc., yang diprediksi akan memperoleh 77% dari pembelanjaan tahun ini.[]












