Biden Bakal Luncurkan Rencana Ekonomi Indo-Pasifik di Jepang

- Editor

Rabu, 18 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto: Pelopor.id/Twitter @POTUS)

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto: Pelopor.id/Twitter @POTUS)

Jakarta | Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam beberapa hari mendatang akan meluncurkan prakarsa ekonomi yang telah lama ditunggu-tunggu, untuk meningkatkan keterlibatan AS di Asia.

Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo mengatakan bahwa AS dan mitranya akan memulai Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), ketika Biden mengunjungi Jepang dalam perjalanan 20-24 Mei yang juga akan membawanya ke Korea Selatan.

Departemen Perdagangan AS memimpin negosiasi pilar kerangka kerja yang berfokus pada ketahanan rantai pasokan; energi bersih, dekarbonisasi dan infrastruktur; dan perpajakan dan anti korupsi.

Berdasarkan laporan surat kabar Chosun Ilbo, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol telah menunjukkan dukungan untuk kelompok itu dan diprediksi akan mengumumkan niat pemerintahnya untuk bergabung dengan kerangka kerja tersebut ketika dia berbicara dengan Biden di Seoul pada hari Sabtu.

IPEF adalah bagian dari upaya pemerintahan Biden untuk melawan pengaruh Tiongkok di Asia, menyusul penarikan AS dari pembicaraan tentang perjanjian perdagangan regional Kemitraan Trans-Pasifik di bawah mantan Presiden Donald Trump.

“Saya telah menghabiskan banyak waktu berbicara dengan rekan-rekan kami di Indo-Pasifik, dan ada permintaan besar dari mereka agar Amerika Serikat lebih hadir dan memiliki strategi ekonomi yang afirmatif,” kata Raimondo seperti dikutip dari Bloomberg.

Sejumlah detail IPEF masih belum jelas dan pemerintahan Biden telah menekankan bahwa itu tidak akan mencakup tarif yang lebih rendah atau akses yang lebih baik ke pasar AS.

Meski demikian, beberapa orang di Kongres telah mengkritik rencana tersebut karena kurang substansi. Bahkan, Ketua dan direktur geo-ekonomi dan strategi Jepang di Institut Internasional untuk Studi Strategis Robert Ward mengatakan, IPEF tidak akan berfungsi sebagai pengganti yang efektif untuk Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Mulai 21 Juni, AS Terapkan Larangan Impor Barang dari Xinjiang

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:41 WIB

Hadirkan King Nassar, PRSU 2026 Gabungkan Musik, Budaya, dan Identitas Sumatera Utara

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:53 WIB

Keyboardis Hengkang, Band Indie Jalesdeva Rilis Pengumuman

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:54 WIB

Porosatas Buka Babak Baru Lewat No Love! (Alternate Version) Bareng Yuke Sampurna

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kohi Sekai Hadirkan Semangat Bangkit dan Bertahan di Album Future

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:36 WIB

INDAHKUS Makin Cegil di Single Baru Bertajuk Bentar Lagi Sayang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:47 WIB

Project Pop Bakal Rayakan 30 Tahun dengan Konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:05 WIB

Unit Skatepunk Man Sinner Lepas Single Kembali, Representasi Aksi Comeback

Berita Terbaru