Jakarta | Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam beberapa hari mendatang akan meluncurkan prakarsa ekonomi yang telah lama ditunggu-tunggu, untuk meningkatkan keterlibatan AS di Asia.
Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo mengatakan bahwa AS dan mitranya akan memulai Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), ketika Biden mengunjungi Jepang dalam perjalanan 20-24 Mei yang juga akan membawanya ke Korea Selatan.
Departemen Perdagangan AS memimpin negosiasi pilar kerangka kerja yang berfokus pada ketahanan rantai pasokan; energi bersih, dekarbonisasi dan infrastruktur; dan perpajakan dan anti korupsi.
Berdasarkan laporan surat kabar Chosun Ilbo, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol telah menunjukkan dukungan untuk kelompok itu dan diprediksi akan mengumumkan niat pemerintahnya untuk bergabung dengan kerangka kerja tersebut ketika dia berbicara dengan Biden di Seoul pada hari Sabtu.
IPEF adalah bagian dari upaya pemerintahan Biden untuk melawan pengaruh Tiongkok di Asia, menyusul penarikan AS dari pembicaraan tentang perjanjian perdagangan regional Kemitraan Trans-Pasifik di bawah mantan Presiden Donald Trump.
“Saya telah menghabiskan banyak waktu berbicara dengan rekan-rekan kami di Indo-Pasifik, dan ada permintaan besar dari mereka agar Amerika Serikat lebih hadir dan memiliki strategi ekonomi yang afirmatif,” kata Raimondo seperti dikutip dari Bloomberg.
Sejumlah detail IPEF masih belum jelas dan pemerintahan Biden telah menekankan bahwa itu tidak akan mencakup tarif yang lebih rendah atau akses yang lebih baik ke pasar AS.
Meski demikian, beberapa orang di Kongres telah mengkritik rencana tersebut karena kurang substansi. Bahkan, Ketua dan direktur geo-ekonomi dan strategi Jepang di Institut Internasional untuk Studi Strategis Robert Ward mengatakan, IPEF tidak akan berfungsi sebagai pengganti yang efektif untuk Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik.[]












