FTX: Bitcoin Tak Punya Masa Depan Sebagai Jaringan Pembayaran

- Editor

Selasa, 17 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bitcoin. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi Bitcoin. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Jakarta | Pendiri cryptocurrency exchange FTX mengatakan bahwa bitcoin tidak memiliki masa depan sebagai jaringan pembayaran dan mengkritik mata uang digital karena inefisiensi dan biaya lingkungan yang tinggi.

Bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, dibuat melalui proses yang mengharuskan komputer untuk menambang mata uang dengan memecahkan teka-teki kompleks. Proses ini membutuhkan listrik dalam jumlah sangat besar.

Alternatif untuk sistem ini disebut jaringan “bukti kepemilikan”, di mana peserta dapat membeli token yang memungkinkan mereka bergabung dengan jaringan.

Pendiri dan Kepala Eksekutif FTX Sam Bankman-Fried mengatakan kepada Financial Times bahwa jaringan “bukti kepemilikan” akan diperlukan untuk mengembangkan kripto sebagai jaringan pembayaran karena lebih murah dan tidak terlalu haus daya.

Bankman-Fried juga mengatakan dia tidak percaya bitcoin harus menjadi cryptocurrency, dan mungkin masih memiliki masa depan sebagai aset, komoditas, dan penyimpan nilai seperti emas.

Bitcoin menyentuh level terendah sejak Desember 2020 pada pekan lalu, setelah runtuhnya TerraUSD, yang disebut stablecoin.

FTX, yang didirikan bersama oleh Bankman-Fried pada 2019, bernilai USD 32 miliar dalam putaran pendanaan Februari, dan menurut data Forbes, Bankman-Fried sendiri bernilai USD 21 miliar.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   SEC Selidiki Potensi Kerugian Pengguna Platform Kripto Zipmex

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB