Isu Inovasi, Digitalisasi, dan Ekonomi Kreatif Warnai The 1st Tourism Working Group

- Editor

Rabu, 11 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi para delegasi G20 dalam

Diskusi para delegasi G20 dalam "The 1st Tourism Working Group”. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta–Diskusi para delegasi G20 dalam “The 1st Tourism Working Group” Indonesia 2022 di Labuan Bajo, diwarnai isu inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif. Itu, adalah salah satu isu prioritas pada lima line of action (pilar aksi) agenda Presidensi Tourism Working Group G20 Indonesia.

Chair of Tourism Working Group Frans Teguh menyampaikan, fokus dalam pembahasan ini adalah nantinya masyarakat mampu lebih inovatif, kreatif, dan adaptif dalam memasuki tatanan ekosistem ekonomi digital, supaya pelaku ekonomi kreatif ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“Forum ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan digital, sehingga para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di semua negara dapat memanfaatkan potensinya yang luas, ” tuturnya di Labuan Bajo, Selasa (10/05/2022).

Dalam diskusi, delegasi sepakat bahwa digitalisasi, inovasi, adalah solusi berkelanjutan dalam mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif global Selain itu delegasi juga sepakat bahwa digitalisasi berperan penting pada perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di masa pandemi.

Oleh sebab itu, para delegasi mendorong pelatihan digitalisasi untuk pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata sehingga pemulihan dan kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi Covid-19 dapat dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga :   Sandiaga Uno: Persiapan Event G20 di Bali on The Track

“Teknologi digital ini juga berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ketahanan masa depan dalam keterkaitan rantai nilai pariwisata pascapandemi,” ungkap Frans.

Dalam kesempatan yang sama, para delegasi juga berkesempatan membahas perlunya pembuatan aplikasi pertukaran informasi pebukaan kembali sektor wisata di dunia.

“Aplikasi ini memainkan peran penting dalam mempromosikan destinasi wisata tersebut,” tegas Frans. []

Baca Juga :   Resmikan PLTS, Menko Luhut: Pemerintah Percepat Transisi Bahan Bakar Fosil Menuju Energi Bersih
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sidang Ke-6 Kasus Perselisihan Warga Ruko Marinatama Mangga Dua, Pihak Tergugat Enggan Beri Keterangan
UMKM dan Industri Kreatif Lokal Bakal Bersinar di IIMS 2026
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
Bank Jakarta Dukung Program Sanitasi Ramah Lingkungan Melalui Peresmian Instalasi Biodigester Komunal
FDA Setujui 4 Laboratorium Indonesia Uji Celsium-137
Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI
JFW 2026 Hadirkan Perpaduan Tradisi dan Inovasi dalam Mode Indonesia
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:55 WIB

Angkat Tema Kehilangan, Dewi Hani Jayanti Rilis Single Karena Kucinta Dia

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:38 WIB

Grup Band Paman Rilis Pelita, Lagu Penuh Harapan dan Refleksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:59 WIB

Vitalia dan Agnes Arabella Bawa Nuansa Emosional di Program Musik Main-Main di Cipete Vol. 37

Minggu, 30 November 2025 - 18:48 WIB

Alf Tatale Gandeng Natasha Ryder untuk Video Musik Single Sesaat

Minggu, 30 November 2025 - 17:53 WIB

Siements hingga Party at Eden Guncang Tease Club Lewat Distorsi Gegap Gempita

Jumat, 28 November 2025 - 01:46 WIB

Annisa Dalimunthe dan Posan Tobing Hadirkan Lagu Anak Berjudul Anugerah Terindah

Jumat, 28 November 2025 - 01:10 WIB

Lemon Vanilla Ice & Your Raincoat Jadi Modal Awal Batavian Roulette

Kamis, 27 November 2025 - 00:09 WIB

Black Horses dan KILMS Siap Panaskan Distorsi Gegap Gempita 2025

Berita Terbaru