Kinerja Perbankan Singapura Menurun Akibat Kekhawatiran Inflasi

- Editor

Jumat, 29 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Singapura. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Jeyakumaran Mayooresan)

Singapura. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Jeyakumaran Mayooresan)

Jakarta | Perbankan Singapura, seperti DBS Group Holding Ltd, Oversea Chineses Banking Corp (OCBC) dan United Oversead Bank Ltd (UOB) mengalami penurunan kinerja, selama kuartal pertama tahun 2022. Hal itu salah satunya dipicu oleh volatilitas pasar serta kekhawatiran atas kenaikan inflasi dan gangguan rantai pasokan.

Perolehan laba DBS dan OCBC tercatat lebih baik dari proyeksi analis, yaitu masing-masing naik 4,3% dan 3,7%, melampaui kenaikan Straits Times Index. Sedangkan saham UOB turun 3,1% lantaran perolehan labanya di periode itu tak sesuai dengan prediksi analis.

Meski demikian, analis Bloomberg Intelligence Rena Kwok optimistis kualitas aset sejumlah bank Singapura akan tetap tangguh, seiring dengan pembukaan kembali aktivitas ekonomi di wilayah regional.

“Hamparan provisi dari manajemen bank dapat mengimbangi kemungkinan tergelincir saat tekanan ekonomi makro lebih besar,” kata Kwok yang dikutip dari Bloomberg, Jumat (29/04/2022).

Chief Executive Officer (CEO) DBS Piyush Gupta mengatakan, perkembangan geopolitik dalam beberapa pekan terakhir telah menciptakan hambatan ekonomi makro dan volatilitas pasar keuangan.

Gupta menambahkan, pertumbuhan yang melambat, inflasi yang tinggi dan gangguan rantai pasokan harus menjadi perhatian utama, di tengah ketidakpastian pandemi yang berkepanjangan.

Sementara CEO UOB Wee Ee Cheong mengatakan bahwa gangguan saat ini terhadap rantai pasokan global akan menopang pentingnya Asia Tenggara. Ia pun menyatakan tetap yakin akan pemulihan dan potensi jangka panjang kawasan tersebut.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Teten Masduki Minta Bank Ubah Cara Pandang Penyaluran Kredit UMKM dari Agunan ke Kelayakan Usaha

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:55 WIB

Angkat Tema Kehilangan, Dewi Hani Jayanti Rilis Single Karena Kucinta Dia

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:38 WIB

Grup Band Paman Rilis Pelita, Lagu Penuh Harapan dan Refleksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:59 WIB

Vitalia dan Agnes Arabella Bawa Nuansa Emosional di Program Musik Main-Main di Cipete Vol. 37

Minggu, 30 November 2025 - 18:48 WIB

Alf Tatale Gandeng Natasha Ryder untuk Video Musik Single Sesaat

Minggu, 30 November 2025 - 17:53 WIB

Siements hingga Party at Eden Guncang Tease Club Lewat Distorsi Gegap Gempita

Jumat, 28 November 2025 - 01:46 WIB

Annisa Dalimunthe dan Posan Tobing Hadirkan Lagu Anak Berjudul Anugerah Terindah

Jumat, 28 November 2025 - 01:10 WIB

Lemon Vanilla Ice & Your Raincoat Jadi Modal Awal Batavian Roulette

Kamis, 27 November 2025 - 00:09 WIB

Black Horses dan KILMS Siap Panaskan Distorsi Gegap Gempita 2025

Berita Terbaru