Asia Dominasi Crypto Hype Meski Dibayangi Ketidakpastian Peraturan

- Editor

Jumat, 1 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Koin Kripto.(Foto: Pelopor.id/Pixabay/Photospirit )

Ilustrasi Koin Kripto.(Foto: Pelopor.id/Pixabay/Photospirit )

Jakarta | Asia tetap mendominasi tren atau hype mata uang kripto maupun aset digital, meski masih dibayangi ketidakpastian peraturan. Asia yang merupakan rumah bagi ekonomi pasar berkembang yang paling padat penduduknya, telah lama menjadi kandidat teratas untuk adopsi kripto.

Mengutip finews.asia, Asia Pasifik sudah menjadi pemain regional yang dominan di pasar berdasarkan volume transaksi. Menurut laporan perusahaan riset crypto Chainalysis, pasar Asia menyumbang 43 persen dari aktivitas cryptocurrency global dengan transaksi USD 296 miliar selama periode Juni 2020-Juni 2021. Tiga negara teratas adalah Vietnam, Pakistan dan India.

Di pasar tertentu, ada penarik positif baru-baru ini seperti Jepang, di mana badan regulasi mandiri dari 31 bursa kripto lokal, Asosiasi Pertukaran Aset Virtual dan Kripto Jepang (JVCEA), berencana menyederhanakan daftar baru dengan daftar hijau 18 cryptocurrency yang diterima secara luas.

Prospeknya juga positif di Korea Selatan, di mana presiden yang baru terpilih, Yoon Suk-Yeol, memenangkan pemilihan sebagian dengan janji deregulasi kripto, pemotongan pajak, dan dukungan membangun unicorn blockchain.

Namun di wilayah lain, tidak banyak yang bisa menghibur orang-orang yang optimis. Tiongkok misalnya, telah mengeluarkan larangan crypto, dengan alasan bahwa langkah itu dimaksudkan mengekang kejahatan keuangan dan mencegah ketidakstabilan ekonomi.

Kemudian Thailand pada pekan lalu juga memperketat peraturan aset digital dengan pengumuman larangan pembayaran menggunakan kripto. Dan Singapura, upaya untuk meliberalisasi akses diprediksi akan melambat, setelah DBS mengumumkan bahwa mereka tidak akan memperkenalkan penawaran kripto ritelnya dalam waktu dekat akibat khawatir akan regulasi. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   India Bakal Kenakan Pajak 30% untuk Kripto Sebelum Perkenalkan Rupee Digital

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:49 WIB

James F. Sundah Foundation Luncurkan Beasiswa Riset Hak Cipta

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:08 WIB

Konser Janji Suci 25 Tahun Yovie & Nuno Rayakan Seperempat Abad Berkarya

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:08 WIB

Perpaduan Etnik, Folk, dan Elektronik, Album Jejak Milik MIRZATAMI Resmi Dirilis

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Berita Terbaru

ILustrasi Sepak Bola. (Foto: Istimewa)

Internasional

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:33 WIB