Pemerintah Thailand Diminta Perpanjang Subsidi Paket Wisata

- Editor

Sabtu, 26 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perang air dalam festival Songkran. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Perang air dalam festival Songkran. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Jakarta | Asosiasi Perjalanan Domestik Thailand atau The Association of Domestic Travel (ADT) mendesak pemerintah memperpanjang skema Tour Teaw Thai yang menawarkan subsidi 40% untuk paket wisata domestik, untuk jangka waktu enam bulan, dengan fokus pada empat provinsi di Selatan, termasuk kota Betong.

Menurut ADT, hal itu dibutuhkan untuk membantu mempertahankan operasi maskapai di bandara yang baru dibuka, seperti dilansir dari Bangkok Post, Sabtu (26/03/2022).

Presiden ADT Thanapol Cheewarattanaporn mengatakan, sekitar 150.000 paket dari kuota 200.000 diprediksi akan tidak terjual, ketika skema berakhir pada 30 April nanti. Menurutnya, proses yang rumit telah membuat operator tur dan wisatawan tidak maksimal memanfaatkan paket stimulus itu.

Asosiasi berharap bisa mempertahankan skema itu selama enam bulan lagi, namun dengan syarat yang lebih sedikit. Salah satu usulannya adalah menghapus pemindaian wajah, untuk memfasilitasi perjalanan dan menghasilkan lebih banyak aktivitas secara nasional.

Cheewarattanaporn menilai ini adalah waktu yang tepat untuk Betong menarik lebih banyak permintaan, lantaran daerah tersebut memiliki sejumlah atraksi wisata yang potensial. Ia juga mengatakan bahwa paket wisata ke Betong adalah salah satu rute yang paling populer untuk program Tour Teaw Thai, terutama untuk liburan Songkran yang akan berlangsung pada 13-15 April.

Dengan skema subsidi, harga paket wisata ke Betong berkisar 7.500 hingga 8.000 baht atau sekitar Rp 3,2 juta hingga Rp 3,4 juta. Jika Nok Air melanjutkan penerbangan ke Betong, paket melalui transportasi udara akan menelan biaya sekitar 15.000 baht atau sekitar Rp 6,4 juta.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Menko Luhut: Investasi Tesla Butuh Waktu dan Proses

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB