Prancis Selidiki Presiden Interpol Atas Dugaan Penyiksaan

- Editor

Jumat, 25 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Interpol Jenderal Ahmed Nasser Al-Raisi (Foto: Pelopor.id/Interpol)

Presiden Interpol Jenderal Ahmed Nasser Al-Raisi (Foto: Pelopor.id/Interpol)

Jakarta | Jaksa anti-teror Prancis telah membuka penyelidikan awal atas penyiksaan dan tindakan barbarisme yang diduga dilakukan oleh Presiden Interpol Jenderal Emirat Ahmed Nasser Al-Raisi.

Penyelidikan itu menyusul pengaduan hukum oleh sebuah LSM yang menuduh Raisi bertanggung jawab atas penyiksaan seorang tokoh oposisi dalam perannya sebagai pejabat tinggi di kementerian dalam negeri Uni Emirat Arab.

Mengutip AFP, organisasi tersebut melontarkan tuduhan penyiksaan ketika Raisi mencalonkan diri sebagai presiden Interpol, dengan mengatakan mereka khawatir Interpol akan berisiko dieksploitasi oleh rezim represif.

Namun, Raisi akhirnya tetap terpilih sebagai presiden pada bulan November lalu, setelah Uni Emirat Arab (UEA) disebut menggelontorkan donasi untuk badan yang berbasis di Lyon, Prancis itu.

Ada juga tuduhan bahwa Abu Dhabi telah menyalahgunakan sistem Interpol yang disebut pemberitahuan merah atau red alert untuk tersangka yang dicari untuk menganiaya pembangkang politik.

Sumber AFP menyebutkan bahwa penyelidikan terhadap Raisi sedang ditangani oleh unit penuntutan untuk kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida dan kejahatan perang.

Raisi bergabung dengan kepolisian Emirat sejak 1980. Pencalonannya untuk pekerjaan Interpol memicu serangkaian protes, termasuk dari deputi Parlemen Eropa. Sejumlah LSM, termasuk Human Rights Watch, menyebut Raisi sebagai bagian dari aparat keamanan yang terus menargetkan para kritikus damai secara sistematis.

Dalam pengaduan sebelumnya terhadap Raisi, seorang pria asal Inggris bernama Matthew Hedges mengaku ditahan dan disiksa antara Mei dan November 2018 di UEA, setelah ditangkap atas tuduhan spionase palsu selama perjalanan studi.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Turki Beli Gas dari Rusia dengan Mata Uang Rubel

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:20 WIB

Mahia, Maseja dan Chrisalia Jadi Sorotan di Main-Main Cipete Vol. 39

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:05 WIB

People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Berita Terbaru