Setelah Bloomberg dan MSCI, Giliran JPMorgan Hapus Obligasi Rusia

- Editor

Selasa, 8 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi uang Rubel Rusia. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi uang Rubel Rusia. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Bank investasi asal Amerika Serikat (AS), JPMorgan Chase & Co. akan menghapus obligasi Rusia dari semua indeks yang dilacak secara luas. Langkah ini menyusul MSCI Inc., Bloomberg LP dan penyedia benchmark lainnya yang sudah lebih dulu menarik aset Rusia dari pengukur utama.

Efektif mulai 31 Maret, utang Rusia akan dikeluarkan dari JPMorgan Emerging Market Bond Index (EMBI), Government Bond Index-Emerging Markets (GBI-EM), Corporate Emerging Markets Bond Index dan semua tolok ukur bank lainnya.

Keputusan JPMorgan bisa menjadi salah satu yang paling berdampak bagi negara penginvasi Ukraina itu. Diprediksi, aset senilai USD 415 miliar mengikuti indeks EMBI dan USD 245 miliar mengikuti ukuran GBI-EM, yang keduanya menjadi standar industri bagi investor pasar berkembang.

Obligasi negara telah dipotong menjadi status sampah dan sejumlah perusahaan, termasuk Exxon Mobil Corp telah menarik diri dari Rusia. Tidak jelas bagaimana atau kapan investor akan menerima uang tunai mereka, dan Rusia menghadapi risiko gagal bayar utang pertama sejak 1998.

“Isolasi keuangan untuk Rusia kemungkinan akan berlangsung untuk jangka waktu yang lama, membalikkan banyak kemajuan yang telah dicapai Rusia dalam beberapa tahun terakhir,” kata Analis TD Securities Mitul Kotecha, seperti dilansir dari Bloomberg.

Ini bukan pertama kalinya JPMorgan menghapus utang suatu negara dari pengukurnya. Sebelumnya, Venezuela dihapus dari tolok ukur bank pada 2019, setelah adanya sanksi akibat pemilihan presiden yang disengketakan.

Kemudian ada juga Nigeria yang ditarik dari pengukur utang mata uang lokal pada 2015, setelah pembatasan transaksi valuta asing memicu kekhawatiran tentang kekurangan likuiditas.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Dubes India Tawarkan Kerjasama Pelatihan Teknologi Tepat Guna Saat Bertemu Mendes PDTT

Berita Terkait

Gestone Villa & Resto Batu Karas Lestarikan Tradisi Hajat Laut Pangandaran
Direktur Utama Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan
Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi
Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026
Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta
Bank Jakarta Raih Indonesia 50 Best CEO Awards & Indonesia Best COO Awards 2026

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:41 WIB

Hadirkan King Nassar, PRSU 2026 Gabungkan Musik, Budaya, dan Identitas Sumatera Utara

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:53 WIB

Keyboardis Hengkang, Band Indie Jalesdeva Rilis Pengumuman

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:54 WIB

Porosatas Buka Babak Baru Lewat No Love! (Alternate Version) Bareng Yuke Sampurna

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kohi Sekai Hadirkan Semangat Bangkit dan Bertahan di Album Future

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:36 WIB

INDAHKUS Makin Cegil di Single Baru Bertajuk Bentar Lagi Sayang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:47 WIB

Project Pop Bakal Rayakan 30 Tahun dengan Konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:05 WIB

Unit Skatepunk Man Sinner Lepas Single Kembali, Representasi Aksi Comeback

Berita Terbaru