Pelopor.id | Produsen mobil listrik premium, Lucid Group menurunkan target produksinya tahun ini menjadi 12.000-14.000 unit, dari target awal yang dipatok 20.000 unit. Lucid mengambil keputusan ini akibat beratnya kendala rantai pasokan dan logistik.
Melansir Reuters, perusahaan tersebut pada akhir Oktober lalu telah memulai pengiriman sedan listrik premium Lucid Air senilai USD 169.000. Mobil ini memiliki perkiraan jarak tempuh 520 mil (835 km) per perubahan, lebih jauh dari rivalnya, Tesla.
Namun, pada kuartal keempat tahun 2021, Lucid membukukan kerugian bersih sebesar USD 1,05 miliar. Angka itu lebih tinggi tiga kali lipat dari kerugiannya pada tahun sebelumnya.
Meski mengalami kerugian, Lucid Group tetap gencar berekspansi. Perusahaan tersebut baru saja mengumumkan rencana membangun fasilitas manufaktur baru di Kerajaan Arab Saudi, di mana Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi memegang hampir 63% saham.
Pembangunan akan dimulai pada semester pertama tahun ini, dengan target kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun.
Saat ini, Lucid mengoperasikan pabrik di negara bagian Arizona, Amerika, dan berencana meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 365.000 kendaraan per tahun.[]












