Pelopor.id | Rusia kembali mendapat sanksi baru dari sejumlah negara akibat menyerang Ukraina. Kali ini, Komisi Eropa, Prancis, Jerman, Italia, Inggris, Kanada dan Amerika Serikat (AS) sepakat mengeluarkan bank-bank Rusia dari SWIFT.
SWIFT adalah singkatan dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication, yaitu jaringan keamanan tinggi yang menghubungkan ribuan lembaga keuangan di seluruh dunia.
SWIFT merupakan bagian penting yang menghubungkan bank-bank di dunia. Ini adalah sistem pesan yang memungkinkan bank memindahkan uang dengan cepat dan aman, mendukung arus perdagangan dan investasi.
Sanksi ini juga membatasi akses bank-bank Rusia ke aliran uang global, sehingga mempersulit bisnis ekspor-impor atau untuk membiayai diri mereka sendiri dari luar negeri. AS dan Eropa juga menyiapkan sanksi yang membidik bank sentral Rusia.
“Kami berjanji, secara kolektif memastikan bahwa perang ini adalah kegagalan strategis untuk Putin,” sepenggal pernyataan bersama yang dirilis Gedung Putih, seperti dilansir dari CNN.
Sebelumnya, saat konferensi pers pada Kamis (24/02/2022), Presiden AS Joe Biden menjelaskan alasannya menghindari mengeluarkan bank Rusia dari SWIFT atau memberi sanksi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi. Namun, kurang dari 48 jam kemudian, Biden justru melakukan keduanya.
Di sisi lain, Rusia telah membangun cadangan mata uang asing terbesar keempat di dunia dengan nilai lebih dari USD 630 miliar. []












