Pelopor.id | Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendukung pelaku industri pengolahan buah memperluas pasar ekspor, lantaran industri pengolahan buah memiliki kontribusi signifikan bagi sektor manufaktur, terutama industri agro.
Tahun lalu, nilai ekspor industri pengolahan hortikultura, yang di dalamnya termasuk industri pengolahan buah, mencapai USD 383 juta. Angka itu meningkat 22,79% dibanding tahun sebelumya.
Saat ini ada enam industri pengolahan buah antara skala kecil dan menengah di Indonesia, dengan total kapasitas produksi mencapai 5.500 ton per tahun. Sedangkan di sektor hilirnya terdapat 41 perusahaan dengan total kapasitas produksi 430.000 ton per tahun.
Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika yakin, industri pengolahan buah dalam negeri sudah mampu memenuhi permintaan pasar luar negeri, terutama dari segi kualitas.
Salah satu perusahaan yang patut diapresiasi adalah PT Fruit Ing Indonesia karena telah mengembangkan pasarnya ke sejumlah negara tujuan ekspor, seperti Spanyol, Amerika Serikat (AS), Jepang, Singapura dan Korea Selatan (Korsel).
“Berarapa waktu lalu, kami telah melakukan kunjungan kerja ke PT Fruit Ing Indonesia di Gresik, Jawa Timur. Kami melihat langsung proses produksi di sana cukup baik, dengan standar dan teknologi yang digunakan,” kata Putu dalam keterangan tertulis.
Managing Direktor PT Fruit Ing Indonesia Iwan Winardi menyebutkan bahwa selain memproduksi end product, pihaknya juga memproduksi produk antara (intermediate products) yang menjadi bahan baku bagi industri hilir, berupa puree buah, dried fruit dan individual quick frozen (IQF) food.
Produk antara pengolahan buah memiliki peluang pengembangan yang besar. Dengan volume produksi buah segar yang besar, dapat diproses menjadi produk antara untuk memenuhi kebutuhan sektor hilir dalam rangka mengurangi impor.[]












