Pelopor.id | Kepolisian Malaysia terus berusaha menemukan tambang-tambang kripto ilegal di negaranya. Langkah itu dilakukan dengan menggunakan drone yang dilengkapi perlengkapan khusus untuk mendeteksi panas.
Pasalnya, tambang-tambang kripto ilegal itu menghasilkan panas yang tinggi dari mesin penambang yang dijalankan sepanjang hari.
Awalnya, pendeteksian dilakukan oleh perusahaan listrik Malaysia, Tenaga Nasional Berhad (TNB), dengan mencari daerah yang penggunaan listriknya tinggi namun tagihannya rendah. Kemudian TNB melaporkan daerah tersebut kepada polisi.
Para penambang kripto ilegal itu mayoritas beroperasi di area industri dan terisolasi, terutama di Selangor, Kuala Lumpur, Perak dan Penang.
Ketika polisi berhasil mendeteksi dan menggerebek tempat penambangan itu, mereka pun memberikan hukuman dengan melindas mesin penambang yang disita dengan kendaraan berat, seperti stoom.
Untuk diketahui, Malaysia memang tercatat sebagai negara dengan penambang kripto terbanyak ke-6 di dunia. Namun, mayoritas penambangan dilakukan secara ilegal dengan mencuri listrik untuk menghidupi ribuan alat penambang kripto.
Mengutip Mashable, sepanjang tahun lalu, polisi Malaysia berhasil menangkap 528 penambang kripto ilegal dan menyita peralatan tambang senilai USD 13 juta.
Angka itu meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 26 orang tertangkap dan perangkat yang disita senilai USD 301 ribu.[]












