Pelopor.id | Industri otomotif nasional tetap bergeliat di tengah pandemi. Hal itu terlihat dari laju produktivitas kendaraan yang tetap terjaga dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
“Industri alat angkut tumbuh luar biasa, mencapai dua digit pada tahun 2021, yaitu sebesar 17,82%,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Karawang, Selasa (15/02/2022).
Dengan rantai nilai yang terbentang luas, industri otomotif nasional memiliki nilai forward linkage sebesar Rp 35 triliun dan nilai backward linkage sebesar Rp 43 triliun pada tahun lalu.
Mengutip situs resmi Kementerian Perindustrian, Agus menyatakan bertekad memacu sektor industri untuk terus meningkatkan investasi, nilai tambah dan memperluas pasar ekspor, termasuk ke Australia.
Saat ini, pangsa pasar ekspor produk otomotif Indonesia telah mampu menembus lebih dari 80 negara, dengan kinerja ekspor tahun lalu mencapai 294 ribu unit kendaraan CBU senilai Rp 52,90 triliun. Kemudian 91 ribu set CKD dengan nilai Rp 1,31 triliun, dan 85 juta pieces komponen senilai Rp 29,13 triliun.
Terkait nilai investasi, industri otomotif nasional tercatat merealisasikan Rp 22,5 triliun pada tahun lalu, naik 220% dibanding tahun sebelumnya.
Sedangkan mengenai peningkatan nilai tambah, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi pendalaman struktur industri otomotif, sehingga nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) atau local purchase dari kendaraan yang diproduksi di Indonesia semakin meningkat. []












