Delegasi G-20 Minati Aksesoris Perak Buatan Desa Devisa Bantul

- Editor

Rabu, 16 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani melihat aksesoris perak karya perajin UMKM Apikri binaan LPEI.  Kriya berkualitas ekspor ini dihadirkan pada stan Rumah Joglo di pertemuan G-20 yang berlangsung 15-18 Februari 2022 di Jakarta. (Foto:pelopor.id/dok Kemenkeu)

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani melihat aksesoris perak karya perajin UMKM Apikri binaan LPEI. Kriya berkualitas ekspor ini dihadirkan pada stan Rumah Joglo di pertemuan G-20 yang berlangsung 15-18 Februari 2022 di Jakarta. (Foto:pelopor.id/dok Kemenkeu)

Pelopor.id – UMKM Indonesia yang berorientasi ekspor, berkesempatan menunjukkan produk-produk berkualitas mereka. Seiring kehadiran Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari negara-negara anggota G-20 dan negara-negara mitra pada Pertemuan G-20 yang digelar pada 15-18 Februari di Jakarta.

Indonesia, sebagai pemegang Presidensi G-20 selama satu tahun yang mengangkat tema “Recover Together, Recover Stronger” mengajak seluruh dunia untuk secara bersama berkonsolidasi mencapai pemulihan akibat pandemi Covid-19.

Program Desa Devisa yang digagas Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI dalam peningkatan ekspor nasional, mendorong pemulihan ekonomi dengan memperkuat pondasi pelaku UMKM binaannya. Di tengah pandemi global, LPEI terus membangun kapasitas UMKM berorientasi ekspor agar mampu bertahan dan menggarap pasar ekspor non tradisional.

“Kami merasa terhormat atas kesempatan yang diberikan untuk bisa berpartisipasi dalam ajang bersejarah ini. Pada kesempatan ini, kami menampilkan produk dari mitra binaan kami, yang salah satunya merupakan hasil dari Program Desa Devisa berupa kerajinan dan aksesoris perak APIKRI yang berasal dari Bantul, Yogyakarta,” tutur Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso di Booth Rumah Joglo pada perhelatan G-20 di JCC, Senayan, Jakarta Selatan berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Pelopor.id, Rabu, 16 Februari 2022.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani melihat aksesoris perak karya perajin UMKM Apikri binaan LPEI. Kriya berkualitas ekspor ini dihadirkan pada stan Rumah Joglo di pertemuan G-20 yang berlangsung 15-18 Februari 2022 di Jakarta.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani melihat aksesoris perak karya perajin UMKM Apikri binaan LPEI. Kriya berkualitas ekspor ini dihadirkan pada stan Rumah Joglo di pertemuan G-20 yang berlangsung 15-18 Februari 2022 di Jakarta. (Foto:pelopor.id/dok Kemenkeu)

Rijani Tirtoso menjelaskan, Desa Devisa merupakan program pendampingan berkelanjutan kepada pelaku usaha dan pengembangan komoditas unggulan suatu daerah dengan tujuan akhir ekspor. Kerajinan APIKRI telah menjadi Desa Devisa sejak tahun 2020 dan mampu mengekspor produknya ke Belanda, Amerika dan Inggris. Adapun pada Pertemuan G-20 di Jakarta dibahas berbagai isu dan tantangan finansial dunia, termasuk Financial Inclusion: Digital and SMEs.

Baca Juga :   Jokowi Bertemu Joe Biden Bahas Empat Hal Ini

Program Desa Devisa merupakan salah satu wujud inklusi keuangan yang diberikan LPEI sebagai perpanjangan tangan pemerintah kepada pelaku UMKM khususnya yang berorientasi ekspor di tengah pandemi COVID-19. Program Desa Devisa diharapkan dapat menjadi referensi bagi wilayah dan komoditas lainnya di Indonesia dan dapat membantu program Pemulihan Ekonomi Nasional. []

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sidang Ke-6 Kasus Perselisihan Warga Ruko Marinatama Mangga Dua, Pihak Tergugat Enggan Beri Keterangan
UMKM dan Industri Kreatif Lokal Bakal Bersinar di IIMS 2026
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
Bank Jakarta Dukung Program Sanitasi Ramah Lingkungan Melalui Peresmian Instalasi Biodigester Komunal
FDA Setujui 4 Laboratorium Indonesia Uji Celsium-137
Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI
JFW 2026 Hadirkan Perpaduan Tradisi dan Inovasi dalam Mode Indonesia
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:55 WIB

Angkat Tema Kehilangan, Dewi Hani Jayanti Rilis Single Karena Kucinta Dia

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:38 WIB

Grup Band Paman Rilis Pelita, Lagu Penuh Harapan dan Refleksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:59 WIB

Vitalia dan Agnes Arabella Bawa Nuansa Emosional di Program Musik Main-Main di Cipete Vol. 37

Minggu, 30 November 2025 - 18:48 WIB

Alf Tatale Gandeng Natasha Ryder untuk Video Musik Single Sesaat

Minggu, 30 November 2025 - 17:53 WIB

Siements hingga Party at Eden Guncang Tease Club Lewat Distorsi Gegap Gempita

Jumat, 28 November 2025 - 01:46 WIB

Annisa Dalimunthe dan Posan Tobing Hadirkan Lagu Anak Berjudul Anugerah Terindah

Jumat, 28 November 2025 - 01:10 WIB

Lemon Vanilla Ice & Your Raincoat Jadi Modal Awal Batavian Roulette

Kamis, 27 November 2025 - 00:09 WIB

Black Horses dan KILMS Siap Panaskan Distorsi Gegap Gempita 2025

Berita Terbaru