DPR Minta BUMN Holding Ultra Mikro Fokus Eliminir Pinjol Illegal

- Editor

Selasa, 8 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina. (Foto: Pelopor.id/Parlementaria)

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina. (Foto: Pelopor.id/Parlementaria)

Pelopor.id | Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengawal kemajuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, agar fokus mengeliminasi praktik rentenir dalam bentuk pinjaman online (pinjol) ilegal.

Nevi berharap hadirnya holding ultra mikro ini mampu meningkatkan pemberdayaan dan menyediakan pembiayaan yang lebih lengkap dan lebih murah.

“Pelaku usaha mesti dapat sosialisasi yang lengkap dan menyeluruh agar lebih memahami adanya solusi permodalan yang aman dan tidak memberatkan. Sehingga, secara perlahan, praktik-praktik usaha ilegal yang kerap menyusahkan rakyat dapat dihilangkan dimasa yang akan datang,” tutur Nevi dalam keterangan persnya dilansir dari Parlementaria, Senin (07/02/2022).

Ia optimistis holding ultra mikro ini sangat efisien dan sangat mampu bersaing dengan pinjol ilegal. Apalagi, induk holding adalah BRI yang keberadaannya sudah merata di Indonesia, bersama PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) akan mampu mencatatkan efisiensi karena menekan biaya operasional dan biaya dana (cost of fund).

“Saya berharap, holding ini dapat semakin memberi manfaat kepada masyarakat terutama pelaku UMKM yang selama ini banyak mengalami kemunduran bahkan gulung tikar akibat terjerat rentenir,” kata legislator dapil Sumatera Barat II tersebut.

Nevi mengatakan, pembentukan Holding Ultra Mikro yang telah mendapat dukungan dari parlemen, yaitu Komisi XI dan Komisi VI DPR pada 16 Maret dan 18 Maret 2021, harus mampu menjalankan amanatnya dengan meningkatkan sinergi jaringan. Dengan begitu ekspansi usaha bisa dilakukan dengan biaya lebih murah, sehingga cost of serve dan acquire customer juga menjadi lebih efisien.

“Dan yang paling penting adalah, dengan adanya holding ini, tiga entitas yang tergabung dalam ultra mikro semakin berkembang maju sehingga pelayanan kepada nasabah semakin besar dan berkualitas sehingga tidak ada kredit macet,” tutup Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   KemenkopUKM Terus Dengungkan Penggunaan Produk UMKM

Berita Terkait

Sidang Ke-6 Kasus Perselisihan Warga Ruko Marinatama Mangga Dua, Pihak Tergugat Enggan Beri Keterangan
UMKM dan Industri Kreatif Lokal Bakal Bersinar di IIMS 2026
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
Bank Jakarta Dukung Program Sanitasi Ramah Lingkungan Melalui Peresmian Instalasi Biodigester Komunal
FDA Setujui 4 Laboratorium Indonesia Uji Celsium-137
Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI
Bank Jakarta Hadir di “Pasar Malem Narasi 2025”, Dorong Transaksi Non-Tunai Lewat Cara Kreatif dan Inklusif
JFW 2026 Hadirkan Perpaduan Tradisi dan Inovasi dalam Mode Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:55 WIB

Angkat Tema Kehilangan, Dewi Hani Jayanti Rilis Single Karena Kucinta Dia

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:38 WIB

Grup Band Paman Rilis Pelita, Lagu Penuh Harapan dan Refleksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:59 WIB

Vitalia dan Agnes Arabella Bawa Nuansa Emosional di Program Musik Main-Main di Cipete Vol. 37

Minggu, 30 November 2025 - 18:48 WIB

Alf Tatale Gandeng Natasha Ryder untuk Video Musik Single Sesaat

Minggu, 30 November 2025 - 17:53 WIB

Siements hingga Party at Eden Guncang Tease Club Lewat Distorsi Gegap Gempita

Jumat, 28 November 2025 - 01:46 WIB

Annisa Dalimunthe dan Posan Tobing Hadirkan Lagu Anak Berjudul Anugerah Terindah

Jumat, 28 November 2025 - 01:10 WIB

Lemon Vanilla Ice & Your Raincoat Jadi Modal Awal Batavian Roulette

Kamis, 27 November 2025 - 00:09 WIB

Black Horses dan KILMS Siap Panaskan Distorsi Gegap Gempita 2025

Berita Terbaru