Pelopor.id – Dokter spesialis orthopedi Siloam Sentosa Bekasi, dr Alfa Januar Krista mengatakan, selain deteksi dini, cara terbaik untuk terhindar dari penyakit adalah dengan berolahraga. Termasuk, untuk mencegah penyakit nyeri sendi yang kerap hadir saat usia semakin bertambah.
“Pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi nyeri sendi salah satunya nyeri pada lutut yaitu menghindari cedera, menjaga berat badan agar tetap ideal, kemudian melakukan kegiatan rutin berolahraga. Adapun olahraga yang dianjurkan bisa dengan berenang dan bersepeda,” tuturnya dalam edukasi melalui media sosial belum lama ini.
Dokter Alfa menjelaskan, banyak alasan mengapa olahraga air adalah pilihan yang tepat untuk penderita nyeri sendi. “Olahraga air dapat meningkatkan kelenturan anggota gerak tubuh dan meningkatkan kekuatan otot tanpa memberi beban berat pada sendi dan tulang belakang,” tegas dr Alfa.
“Selain itu bermanfaat pula mengembalikan fungsi sendi yang terasa nyeri tanpa memperburuk gejalanya, melatih pergerakan otot tubuh termasuk memelihara kebugaran tubuh,” sambung dokter Alfa.
Selain berenang, kebugaran tubuh dan otot dapat didapat melalui olahraga bersepeda dengan menyesuaikan umur dan periode latihan. Namun, mengingat sendi berada di berbagai bagian tubuh, rasa sakit atau nyeri yang dialami bisa terasa di persendian mana saja pada tubuh.

Dokter Alfa Januar juga menerangkan, sendi lutut terdiri atas tulang dan jaringan lunak. Tulang terdiri atas tulang dari paha dan juga tulang dari tulang kering. Di antara tulang-tulang tersebut, ada celah sendi yang bisa bergerak.
Sementara sendi, antara lain sendi lutut. Di bagian sendi itu ada yang dinamakan tulang rawan dan juga ada jaringan lunak, seperti ligamen atau urat-urat, bantalan sendi, dan ada bagian otot.
“Jadi untuk nyeri lutut itu harus diketahui terlebih dahulu kira-kira bagian apa yang bermasalah?” tegas dr Alfa.
Adapun penyebab utama nyeri lutut, biasanya akibat cedera atau trauma, dan ada juga yang bukan karena trauma ataupun cedera. Nyeri lutut yang disebabkan karena trauma atau cedera biasanya terjadi secara mendadak dan tiba-tiba terasa nyeri atau bengkak.
“Penyebab nyeri lutut juga bukan hanya karena ada masalah pada lutut itu sendiri, namun bisa juga terjadi pada area di luar bagian lutut, seperti halnya terjadi masalah penjepitan saraf tulang belakang atau masalah pada panggul,” sebut dr Alfa.
Lutut sendiri, merupakan sendi vital yang fungsinya bekerja seperti engsel, membuat manusia dapat berdiri, jongkok, melompat, dan berlari.
“Jika lutut yang berfungsi untuk menopang tubuh kita bermasalah, misalnya akibat trauma dan kerusakan atau patah tulang yang masuk ke dalam sendi sehingga menyebabkan bengkak. Sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan ke dokter,” tandas dokter Alfa.
Nyeri lutut menurutnya, bisa disebabkan dari trauma akibat kecelakaan atau cedera olahraga, terjatuh, terbentur, dan lainnya. Sedangkan kasus non trauma yang sering adalah osteoarthritis atau pengapuran sendi dan infeksi serta autoimun.
“Termasuk pengapuran pada tulang juga bisa terjadi pada usia muda bukan hanya pada usia lanjut. Hal ini biasanya terjadi akibat adanya riwayat cedera yang menyebabkan robek pada ligamen, atau bantalan tulang yang menyebabkan sendi atau tulang tidak stabil, sehingga menyebabkan pengapuran lebih cepat,” pungkas dokter Alfa.
“Pengapuran umumnya terjadi pada usia di atas 60 tahun. Namun obesitas berpengaruh pada timbulnya pengapuran lebih dini karena membawa beban berlebihan yang berefek pada lututnya,” tambahnya. []












