Pelopor.id | Lembaga pemeringkat Internasional, Moody’s Investor Service (Moody’s) kembali menetapkan Pertamina sebagai perusahaan berstatus investment grade atau layak investasi (Baa2, outlook stable). Moody’s menilai Pertamina telah menjaga pertumbuhan bisnis intinya dengan ke hati-hatian serta melakukan diversifikasi ke energi yang lebih bersih.
Selain itu, Pertamina juga dinilai memiliki peran krusial dalam eksplorasi minyak dan gas di Indonesia, serta memiliki posisi penting dalam segmen pengolahan, penjualan bahan bakar dan pipa gas.
Menurut Moody’s, Pertamina memiliki bisnis yang terintegrasi dalam skala yang signifikan, baik dari hulu hingga hilir. Berdasarkan hal itu, Moody’s menilai dukungan dari pemerintah kepada Pertamina akan tetap kuat, termasuk dalam situasi yang dinilai menimbulkan tekanan bagi kinerja Pertamina.
Dukungan kuat pemerintah terlihat pada penggantian atas selisih harga BBM yang dilakukan secara bertahap sejak 2018, sehingga berdampak pada penguatan pendapatan Pertamina.
Posisi likuiditas Pertamina juga dinilai sangat baik. Jika dibandingkan antara utang jangka pendek yang akan jatuh tempo dengan ketersediaan kas per 30 September 2021, keuangan Pertamina menunjukkan posisi yang sangat kuat.
Selain itu, Pertamina juga menunjukkan transparansi perusahaan, dengan konsisten mempublikasikan laporan keuangan secara regular, meskipun Pertamina bukan perusahaan publik.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyambut baik penegasan status rating Pertamina. Melansir website resmi perusahaan, Fajriyah berharap pencapaian ini dapat terus menjaga kepercayaan investor terhadap Pertamina, sehingga dapat terus membuka peluang akses pendanaan dari investor global.
“Dengan peringkat ini, kami harap bisa mendukung Pertamina menghadapi transisi energi dan tantangan industri energi global, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendanaan untuk merealisasikan proyek strategis nasional,” ujarnya.
Sejalan dengan rampungnya restrukturisasi, Pertamina diharapkan dapat bergerak lebih gesit untuk mewujudkan aspirasi menjadi perusahaan energi kelas dunia dengan valuasi USD 100 miliar. []
Baca juga: Kilang Cilacap Terbakar, Pertamina: Stok Pertalite Jawa Aman












