Pelopor.id | Dalam upaya meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Australia, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Wilayah Utara Australia David Littleproud MP di Jakarta.
Pertemuan itu membahas berbagai sektor kerja sama pertanian yang mencakup perdagangan sapi dan daging sapi beserta produk susu sapi, gandum, pupuk urea, hingga tawaran Australia terkait Program Visa Pertanian.
Selain itu dibahas juga mengenai mekanisme implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) bidang pertanian, bagaimana meminimalisir hambatan teknis, serta meningkatkan produksi untuk memperbesar volume perdagangan kedua negara.
“Pengaruh cuaca dan depopulasi sapi mempengaruhi jumlah pasokan dan harga sapi di Australia, namun kebijakan pragmatis telah diambil Pemerintah Australia untuk mengatasi tantangan tersebut dan memenuhi tuntutan pasar,” ujar Littleproud, seperti tertulis dalam website resmi Kemenko Perekonomian.
Australia sebagai produsen gandum terbesar di dunia, telah menjadi pemasok utama kebutuhan gandum Indonesia yang merupakan bahan baku untuk industri mi instan, pasta dan biskuit.
Pada 2021, impor gandum Indonesia dari Australia meningkat, namun hal itu sejalan dengan peningkatan ekspor produk turunan gandum Indonesia yang bernilai tambah tinggi ke dunia.
Sementara itu, terkait Presidensi G20 Indonesia tahun 2022, Menko Airlangga mengajak Pemerintah Australia bekerja sama dan mendukung inisiatif Indonesia dalam menyukseskan berbagai agenda.
Airlangga juga mengajak Australia berpartisipasi dalam concrete deliverables berupa proyek terkait tiga agenda prioritas G20 yang diusung Indonesia, yaitu kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital dan isu transisi energi. []












