Pelopor.id | Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengapresiasi produk herbal Kutus-Kutus milik PT Tamba Waras, yang mampu bersaing dengan produk herbal sejenis hingga berhasil menembus pasar domestik, bahkan pasar internasional.
“Kutus-Kutus adalah produk herbal yang memiliki banyak khasiat. Ini sebuah fenomena luar biasa, di mana Kutus-Kutus mampu menembus pasar seluruh Indonesia dengan jumlah reseller-nya lebih dari 5000 bahkan sudah ke mancanegara,” ujar Sugeng saat memimpin Komisi VII DPR meninjau Pabrik Minyak Kutus-Kutus di Gianyar, Bali, beberapa waktu lalu.
Komisi VII melihat ini sesuatu yang layak menjadi perhatian untuk bisa memberikan support dan dukungan kepada PT Tamba Waras, selaku produsen Kutus-Kutus.
“Ada 69 komponen herbal yang digunakan, sehingga menghasilkan suatu produk minyak oles atau baluran yang berkhasiat untuk kesehatan dan sudah dikenal oleh masyarakat luas. Ini juga merupakan produk industri yang sama sekali tidak ada limbahnya karena bahan sisa atau ampas olahannya dikelola menjadi produk lain, seperti sabun,” lanjut Sugeng.
Tak hanya itu, kata Sugeng, bahan baku herbal yang digunakan juga dibeli secara langsung dari masyarakat dengan kualitas yang terkontrol. Bambang Pranoto selaku pemilik dan pendiri Kutus-Kutus, beliau juga sekaligus menjadi herbal tester atas produknya.
“Pada intinya, mereka ingin pemerintah atau negara hadir menertibkan bagi yang mereka melanggar aturan yang berlaku, sedangkan bagi yang tidak melanggar dan patuh pada peraturan yang ada biarkanlah berkembang. Yang menarik di sini adalah upah yang diberikan dua kali UMR, bahkan take home pay-nya mencapai Rp 7 juta,” tuturnya.
Legislator dapil Jawa Tengah VIII itu berharap, produk-produk seperti ini yang dimulai dari kearifan lokal dan ada sentuhan-sentuhan emosionalnya, bisa terus berkembang dan terbangun kreativitasnya. []
Baca juga: Kenapa Kita Harus Pakai Minyak Kutus Kutus?












