Pelopor.id – Anggota Komisi VIII DPR RI Delmeria menilai, Kementerian Agama (Kemenag) tidak komunikatif dalam menjalankan program-programnya. Salah satunya, soal program revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) yang ia anggap tidak jelas.
Hal ini disampaikan Delmeria dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di ruang rapat Komisi VIII DPR RI, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta Senin (24/1/2022).
“Ditanya (program) ada ketertutupan, kami ini bukan minta uang, kami ingin lihat seperti apa progresnya, sampai sekarang tidak jelas apa yang dijalankan. Bunyinya aja ada, tidak jelas mana di lapangan, kita tidak dapat berita itu,” tutur Politisi Partai NasDem itu.
Delmeria menyayangkan sikap Kemenag yang terlalu tertutup, padahal
Komisi VIII DPR RI merupakan mitra kerja Kemenag.
“Kalau kami tanya, kami ingin adanya keterbukaan antara kita dengan Kemenag yang menjadi mitra kerja kami, perhatikan kami, kami tidak ingin proyek,” ucap legislator dapil Sumatera Utara II itu.
- Bantah Yaqut, PBNU Tegaskan Kemenag Hadiah Pemerintah untuk Semua Agama
- Yaqut Sebut Kemenag Hadiah Pemerintah untuk NU Trending di Twitter
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pun menjawab setuju bahwa komunikasi merupakan hal penting. Ia menegaskan kepada jajarannya kedepannya untuk dapat lebih responsif lagi dalam berkomunikasi dengan para stakeholder, seperti Komisi VIII.
“Soal komunikasi, ini saya setuju bahwa ini penting, kalau ada jajaran tidak memberi respon, sampaikan ke saya supaya langsung eksekusi. Saya butuh kinerja yang cepat dan responsif serta komunikasi yang baik (dari jajaran Kemenag) dengan para DPR,” kata Gus Yaqut sapaan akrab Kemenag. []












