Pelopor.id – Kinerja sejumlah perusahan teknologi Tiongkok anjlok akibat pengetatan aturan oleh pemerintah setempat. Salah satunya ByteDance yang mencatat perlambatan pertumbuhan pendapatan di tahun 2021. Dilansir dari Bloomberg, pendapatan induk TikTok ini, hanya naik 70 persen atau mencapai US$ 58 miliar di 2021 dibanding pertumbuhan pendapatan ByteDance di tahun 2020 yang mencapai 100 persen.
Untuk menghadapi tekanan regulasi, ByteDance merampingkan lengan investasinya untuk mengantisipasi pembatasan yang lebih ketat dalam pembuatan kesepakatan bisnis. Hal ini, tentu saja akan menghambat kemampuan perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan di masa depan. Bahkan, sepertinya Bytedance akan menunda rencana listing di bursa saham meski rencana itu sudah mencuat ke publik tahun lalu.
Tak hanya ByteDance, regulasi ketat Negeri Tirai Bambu juga telah mempengaruhi kinerja raksasa teknologi lainnya seperti Alibaba dan Tencent. Salah satu regulasi yang dinilai paling berpengaruh terhadap kinerja raksasa teknologi di China adalah tentang aturan pencarian modal, keamanan data dan gim online.
Alhasil, Tencent Holdings hanya melaporkan peningkatan laba 3 persen pada kuartal III 2021 menjadi CNY 39,5 miliar. Sedangkan pendapatannya meningkat 13 persen menjadi CNY 142,37 miliar. Angka ini, di bawah perkiraan konsensus 28 analis senilai CNY 145,41 miliar.
- TikTok Tegaskan Tidak Beri Data Pengguna AS ke Pemerintah China
- Alibaba Targetkan USD 100 Miliar Untuk Pasar e-Commerce Asia Tenggara
Sementara Alibaba hanya mampu mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 29 persen untuk kuartal III 2021 atau per September 2021, setera CNY 200,7 miliar. Perusahaan ini juga memprediksi, pendapatannya akan tumbuh 23 persen pada tahun fiskal 2022 yang berakhir 31 Maret 2022, atau lebih rendah dari 27 persen yang diprediksi oleh para analis.
Alibaba Grup, akan mengubah target pasar yang lebih tersegmentasi selama beberapa bulan mendatang. Mereka, akan beralih dari strategi super-aplikasi ke strategi entri multi-aplikasi yang diharapkan dapat membantu perusahaan untuk merespons persaingan pasar dengan lebih baik. []












