Pelopor.id – Selain mengungkapkan kekhawatiran Ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur akan mangkrak dan berakhir jadi ‘kota hantu’ seperti di Myanmar, Pengamat politik Rocky Gerung juga kurang setuju dengan nama ‘Nusantara’ yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.
Rocky Gerung mengusulkan agar IKN baru disebut Soekarnokarta, sebagai bentuk penghormatan terhadap Ir.Soekarno atau Jokowikarta, sebab ibu kota baru tersebut didirikan pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi.
“Jakarta ibu kota lama, Jokowikarta ibu kota baru, kalau nggak mau disebut nama ya Jakarta sama Jokarta,” ujarnya Rabu, (19/1/2022)
Sementara soal kekhawatiran Rocky Gerung bahwa ibu kota baru Nusantara akan mangkrak dan berakhir jadi kota hantu didasarkan pada pernyataan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani.
Menurutnya, Sri Mulyani pernah menyatakan bahwa sebagian besar dana proyek ibu kota baru Nusantara ini berasal dari pinjaman yang akan menjadi hutang.
Di lain sisi, Fadli Zon menyampaikan Ketidaksepakatannya atas penggunaan nama Nusantara.
Politisi Partai Gerindra ini menilai, pemberian nama Nusantara kurang cocok. Ia mengusulkan agar nama ibu kota baru diberi nama Jokowi.
“Sama dengan ibu kota Kazakhstan “Nursultan” (dari nama Presiden Nursultan Nazarbayev),” cuit Fadli Zon di akun Twitter @fadlizon, Selasa (18/1/2022).
“Nusantara kurang cocok jadi nama ibu kota baru. Nusantara punya pengertian sendiri sebagai wilayah Indonesia, belum lagi ada Wawasan Nusantara,” tambahnya.
Sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan, Nusantara dipilih sebagai nama IKN baru lantaran kata tersebut sudah dikenal sejak lama dan ikonik di dunia internasional.
“Ini penamaan dari Presiden langsung. Dan namanya itu Nusantara. Nama Nusantara udah dikenal sejak dulu dan ikonik di internasional,” kata Suharso Monoarfa Senin (17/01/2022). []












