Kronologi Kasus Taspen Life yang Diduga Rugikan Negara Rp 161 Miliar

0
Taspen Life
Logo Taspen Life. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id – Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyampaikan bahwa pihaknya menduga PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) telah merugikan negara senilai Rp 161,62 miliar pada periode 2017-2020. Dugaan ini, berkaitan dengan penempatan dana investasi terhadap medium term notes (MTN) senilai Rp 150 miliar tahun 2017.

Ia menjelaskan, Taspen Life melakukan penempatan dana investasi sebesar Rp 150 miliar pada 17 Oktober 2017. Investasi dalam bentuk kontrak pengelolaan dana (KPD) di PT Emco Asset Management selaku manajer investasi (MI) dengan underlying berupa MTN PT Prioritas Raditya Multifinance (PT PRM), meskipun sejak awal diketahui MTN PT PRM tidak mendapat peringkat (investment grade).

“Dana pencairan MTN tersebut oleh PT PRM tidak digunakan sesuai dengan tujuan MTN dalam prospektus, melainkan langsung mengalir dan didistribusikan ke Group Perusahaan PT Sekar Wijaya dan beberapa pihak yang terlibat dalam penerbitan MTN PT PRM, sehingga gagal bayar,” tutur Leonard dikutip Jumat, (14/1/2022).

Menurut Leonard, tanah jaminan dan jaminan tambahan MTN PT PRM pada akhirnya seolah-olah dijual ke PT Nusantara Alamanda Wirabhakti dan PT Bumi Mahkota Jaya. Adapun skema investasinya dengan cara Taspen Life berinvestasi pada beberapa reksa dana.

Eben Ezer Simanjuntak
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Meski demikian, dana yang diinvestasikan pada beberapa reksa dana itu dikendalikan untuk membeli saham-saham tertentu yang dananya mengalir ke kedua perusahaan tersebut untuk dilakukan pembelian tanah jaminan dan jaminan tambahan MTN.

“Bahwa akibat perbuatan tersebut, diduga telah merugikan keuangan negara setidak-tidaknya sebesar Rp 161.629.999.568 (Rp 161,62 miliar),” tegas Leonard.

Sementara Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Pengelolaan Dana Investasi di PT Asuransi Jiwa Taspen Tahun 2017- 2020 pada Selasa (4/1/2022).

“Surat perintah penyidikan yang ditandatangani oleh Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-01/F.2/Fd.2/01/2022 tanggal 4 Januari 2022,” sebut Leonard.

Kemudian pada Rabu (12/1/2022), Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung mulai melakukan pemeriksaan terhadap satu orang saksi yang terkait dengan perkara tersebut.

Saksi yang diperiksa yaitu RS selaku kepala divisi keuangan dan investasi Taspen Life periode 2017-2020, diperiksa terkait investasi MTN Prioritas Finance Tahun 2017 oleh Taspen Life.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang dia dengar sendiri, dia lihat sendiri, dan dia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di PT Asuransi Jiwa Taspen,” tandas Leonard. []