Pelopor.id | Pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum usai, bahkan kini hadir varian Omicron yang mengancam masyarakat Indonesia. Saat ini terjadi tren peningkatan kasus Covid yang disebabkan oleh penularan dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).
Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual, Senin (10/01/2022).
Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan agar seluruh masyarakat Indonesia menahan diri tidak ke luar negeri dalam beberapa minggu ke depan.
“Pada 9 Januari lalu misalnya, di Jakarta, dari 393 kasus yang terjadi, hampir 300 kasus di antaranya disebabkan oleh para pelaku perjalanan luar negeri. Kami mohon teman-teman sekalian menahan diri untuk tidak ke luar negeri, kecuali urusan sangat-sangat penting,” kata Luhut.
Pemerintah pun memberikan perhatian khusus sejak awal momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) kepada para pelaku perjalanan ini. “Langkah pengetatan pintu masuk akan terus dipertahankan untuk mencegah masuknya varian Omicron yang akan menyebar luas ke masyarakat,” tegas Luhut.
Terkait program vaksinasi, saat ini capaian vaksinasi anak dosis pertama di Jawa-Bali telah mencapai 36 persen. Luhut menegaskan, pemerintah akan memprioritaskan Kabupaten/Kota dengan vaksinasi Dosis 1 Umum dan Lansia yang berada di bawah 50 persen serta melakukan pengawasan dan percepatan vaksinasi, seperti wilayah Pamekasan, Sumenep, Bangkalan, dan lainnya.
Luhut mengatakan, pencegahan varian Omicron tentunya tidak dapat hanya dijalankan oleh Pemerintah saja, namun juga harus melibatkan peran serta masyarakat, mulai dari penegakan disiplin protokol kesehatan hingga penggunaan Peduli Lindungi.
Pemerintah juga terus melakukan langkah-langkah persiapan dengan meminta seluruh daerah mempersiapkan kesiapan fasilitas RS dan isolasi terpusat sedari dini, untuk memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, peningkatan testing dan tracing juga akan menjadi program prioritas pemerintah, untuk mencegah ledakan kasus Covid terjadi kembali. []
Baca juga: Menko Luhut Apresiasi Inisiatif Kapolri Luncurkan Aplikasi Monitoring Karantina PRESISI












