Pelopor.id | Ada lebih dari 4.000 penerbangan dibatalkan di seluruh dunia selama liburan akhir pekan Natal, akibat meningkatnya kasus Covid-19 yang dipicu oleh varian Omicron.
Data FlightAware menunjukkan, lalu lintas udara komersial di Amerika Serikat (AS), baik kedatangan atau keberangkatan ke luar negeri, berkontribusi sekitar seperempat dari semua penerbangan yang dibatalkan selama akhir pekan.
United Airlines dan Delta Air Lines adalah dua maskapai AS pertama yang melaporkan pembatalan penerbangan. Secara gabungan, mereka membatalkan hampir 280 penerbangan pada hari Jumat, dengan alasan kekurangan personel di tengah lonjakan kasus Covid-19.
Kasus Omicron pertama kali terdeteksi di AS pada November lalu, dan angkanya makin melonjak dalam beberapa hari terakhir. Bahkan kini disebut menyumbang hampir tiga perempat kasus Covid di AS.
Menurut penghitungan Reuters, jumlah rata-rata kasus Covid baru di AS telah meningkat 45%, menjadi 179.000 per hari selama seminggu terakhir. New York melaporkan lebih dari 44.000 infeksi yang baru dikonfirmasi hanya pada hari Jumat lalu, memecahkan rekor harian negara bagian itu.
Terkait hal itu, Pemerintah New York berencana membatasi jumlah orang yang diizinkan masuk ke Times Square untuk perayaan Malam Tahun Baru di luar ruangan. []
- Baca juga: Kasus Baru Omicron Tambah 11 Orang, Terbanyak dari Turki
- Baca juga: Waduh, Kasus Omicron RI Bertambah Lagi












