Pelopor.id – Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, akses ekonomi di Indonesia dikuasai oleh kelompok yang jumlahnya tidak lebih dari 1 persen.
Hal itu diungkapkan dalam rangka menekankan pentingnya kolaborasi antara pengusaha besar dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah UMKM.
“Kenapa pentingnya kolaborasi? data kita 131 juta lapangan pekerjaan di Indonesia itu kontribusi terbesarnya itu UMKM, sebesar 120 juta. Dari total unit usaha kita 99,7% itu UMKM yang jumlahnya 64 juta menurut data BPS (Badan Pusat Statistik),” tuturnya belum lama ini.
Bahlil juga mengatakan, pemerintah menginginkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun pertumbuhan itu harus berkualitas. Akan tetapi, kenyataannya akses ekonomi masih dikuasai sekelompok kecil pihak.
“UMKM ini kalau tidak ditolong, kalau tidak dilakukan kolaborasi dengan pengusaha besar susah untuk naik kelas.”
“Tapi tahu nggak akses ekonomi? akses ekonomi ini dikuasai oleh kelompok yang tidak lebih dari 1%. Maka saya katakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu adalah menjadi cita-cita kita semua tapi harus pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” tegasnya.
Syarat mencapai pertumbuhan ekonomi negara yang berkualitas, harus menciptakan pemerataan pertumbuhan, termasuk UMKM di dalam harus mendapatkan dukungan.
“Saya ingin menceritakan sedikit, saya kebetulan juga besar dari dunia usaha yang saya memulai dari UMKM. Omzet saya pernah Rp 60 juta. UMKM ini kalau tidak ditolong, kalau tidak dilakukan kolaborasi dengan pengusaha besar susah untuk naik kelas, kalau tidak diberikan kesempatan,” tandasnya.
“Jangan kita mulai berpikir karena kualitas mereka belum mampu. Kewajiban kita untuk membina mereka,” sambung Bahlil. []












