Pelopor.id – Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan, keberangkatan jamaah umrah asal Indonesia bisa mulai dilakukan pada pekan depan, tepatnya 23 Desember 2021. Untuk itu, Kemenag bersama para pemangku kepentingan umrah kini tengah mempersiapkan keberangkatan jamaah.
Kepala Sub Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Kemnag M Noer Alya Fitra menjelaskan, persiapan yang tengah dilakukan pertama, persiapan keberangkatan dengan para asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk finalisasi data jamaah umrah yang akan berangkat gelombang awal.
“Peningkatan biaya umrah diperkirakan meningkat sekitar 15% sampai 25%.”
Kedua, pembahasan dengan Satgas Covid-19 tentang karantina bagi jamaah umrah. Ketiga, rapat dengan maskapai penerbangan soal kesiapan maskapai penerbangan untuk memberangkatkan jamaah umrah. Keempat , rapat dengan otoritas bandara mengenai skema keberangkatan jamaah umrah satu pintu.
“Untuk keberangkatan awal kami prioritaskan bagi pengurus PPIU,” sebutnya, Senin (13/12/21).
Menurut Pria yang disapa Nafit ini, Kemnag dan PPIU hingga kini masih menginventarisasi jumlah jamaah yang akan berangkat pada penerbangan perdana tersebut. Adapun pelaksanaan waktu umrah di Arab Saudi pada masa pandemi ini sekitar 10 sampai 11 hari, termasuk karantina.
Soal tarif referensi umrah, Nafit menyebutkan sudah ada pembahasan antara Kemnag dengan asosiasi PPIU. Namun tarif tersebut baru sekadar estimasi, belum termasuk karantina.
“Kepastiannya nanti setelah umrah perdana berjalan,” tegasnya.
Baca juga :
- Dari 12 Ribu Jemaah Umrah Belum Ada yang Gunakan Booster Vaksin
- Alhamdulillah, Arab Saudi Mulai Terima Umrah Hari ini
Selain karantina, salah satu yang juga masih dinantikan PPIU adalah besaran biaya umrah. Sebab, kepastian biaya ini menjadi salah satu faktor pertimbangan jamaah untuk melaksanakan ibadah umrah.
Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi menilai, biaya umrah kemungkinan meningkat lantaran umrah dilakukan di masa pandemi. Selain itu, otoritas Arab Saudi membuat sejumlah penyesuaian pengaturan penyelenggaraan umrah.
Biaya umrah, diperkirakan akan kembali normal jika pandemi sudah masuk endemi. Tetapi, biaya diperkirakan tetap naik lantaran ada komponen asuransi kesehatan yang akan masuk dalam syarat keberangkatan jamaah umrah.
“Peningkatan biaya umrah diperkirakan meningkat sekitar 15% sampai 25%, sebut Syam. []












