Pelopor.id – Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos, Nigeria bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menggelar penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) untuk produk bulu mata, rambut palsu, dan hair extension secara virtual, Jumat (10/12/2021).
Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan mengatakan, business matching ini bertujuan memperkenalkan produsen produk-produk bulu mata, rambut palsu, dan hair extension berkualitas dari Indonesia, khususnya dari Purbalingga, kepada pembeli Nigeria dari negara bagian Lagos, Abuja, dan Delta.
“Sebagai upaya mendorong ekspor produk bernilai tambah, kali ini para produsen bulu mata, rambut palsu, dan hair extension dari Indonesia dapat memperkenalkan produk-produk mereka, menjalin kerja sama dagang, dan mengekspansi bisnis mereka ke Afrika Barat, khususnya ke Nigeria,” tutur ungkap Hendro.
“Sekitar 70 persen perempuan Nigeria berusia di atas 17 tahun menggunakan produk bulu mata, rambut palsu, dan hair extension dalam keseharian mereka.”
“Dari sisi produknya sendiri, para produsen yang bergabung di business matching kali ini telah ekspor ke sejumlah negara, sehingga kualitas produk mereka tidak perlu diragukan,”sambungnya.
Kegiatan tersebut, diikuti empat perusahaan asal Purbalingga, yaitu produsen bulu mata PT. Bintang Mas Triyasa, PT. Mahkota Triangjaya, PT. Rosa Sejahtera Eyelashes, produsen rambut palsu UKM Kencana Sejahtera Mandiri, serta lima calon pembeli dari Nigeria. Turut hadir di acara tersebut Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purbalingga Johan Arifin.
“Purbalingga memiliki banyak produsen dan eksportir bulu mata dan rambut palsu yang berkualitas hingga ke mancanegara. Tidak hanya itu, Kabupaten Purbalingga juga siap menyambut pembeli dari Nigeria untuk datang berkunjung ke pabrik dan melakukan kerja sama bisnis,” sebut Johan.
Hendro menambahkan, keunggulan produk bulu mata dan rambut palsu Indonesia adalah kualitas bahan baku rambut asli yang kemudian dijadikan rambut palsu dengan kualitas akhir yang baik. Semua itu berkat tenaga kerja yang terampil.
Menurut Hendro, produk bulu mata, rambut palsu, dan hair extension Indonesia sangat berpeluang untuk terus didorong ke pasar Nigeria. Pada 2020, Nigeria mengimpor produk bulu mata, rambut palsu, dan hair extension hingga senilai USD 573 juta. Sementara impor Nigeria dari Indonesia untuk produk-produk tersebut baru mencapai USD 295 ribu.
Baca juga :
- Mendag Lutfi: Pemerintah Fasilitasi UKM untuk Go Global
- Indonesia dan Australia Sepakat Tingkatkan Nilai Perdagangan Pasca Pandemi
- Tertinggi Sepanjang Sejarah, Surplus Neraca Perdagangan Oktober 2021 Cetak Rekor Baru
“Peluang pasar bagi produk-produk buatan Indonesia tersebut masih sangat terbuka lebar. Sekitar 70 persen perempuan Nigeria berusia di atas 17 tahun menggunakan produk bulu mata, rambut palsu, dan hair extension dalam keseharian mereka. Kami mengajak para produsen dan eksportir bulu mata, rambut palsu, dan hair extension Indonesia untuk semakin memanfaatkan peluang pasar yang besar ini,” tegas Hendro.
Dalam pertemuan tersebut, para calon pembeli dari Nigeria menunjukkan ketertarikannya. Mereka pun, bertukar kontak dan berdiskusi dengan para produsen Purbalingga terkait sejumlah hal, di antaranya pengiriman katalog dan sampel, kapasitas produksi, serta kemungkinan mengunjungi fasilitas produksi bulu mata, rambut palsu, dan hair extension di Purbalingga.
“Kami melihat Purbalingga merupakan pusat produksi produk-produk ini dan memiliki kapasitas produksi yang sangat besar. Kami tertarik melakukan komunikasi bisnis lebih lanjut,” ucap Clinton Jeijosh, salah satu calon pembeli dari Nigeria. []












