Indonesia dan Australia Sepakat Tingkatkan Nilai Perdagangan Pasca Pandemi

0
Muhammad Lutfi dan Daniel Thomas Tehan
Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi menerima kunjungan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Daniel Thomas Tehan. (Foto:Pelopor.id/Kemendag)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi menerima kunjungan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Daniel Thomas Tehan MP di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta pada Rabu, 29 September 2021.

“Pertemuan ini juga sebagai upaya pemulihan ekonomi kedua negara pasca-pandemi COVID-19.”

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Australia bertekad meningkatkan nilai perdagangan dan investasi kedua negara dan memberikan kontribusi positif, baik regional maupun multilateral dalam pemulihan ekonomi dunia pasca-pandemi Covid-19.

“Kunjungan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi selepas implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah berlaku pada 5 Juli 2020. Pertemuan ini juga sebagai upaya pemulihan ekonomi kedua negara pasca-pandemi COVID-19,” tutur Mendag Lutfi dalam konferensi pers yang digelar usai pertemuan.

Muhammad Lutfi dan Daniel Thomas Tehan
Konferensi Pers Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Daniel Thomas Tehan. (Foto:Pelopor.id/Kemendag)

Kemendag mencatat, nilai total perdagangan Indonesia dan Australia periode Januari—Juli 2021 sebesar USD 6,82 miliar. Ekspor Indonesia ke Australia pada periode tersebut tercatat sebesar USD 1,36 miliar dan impor Indonesia dari Australia tercatat sebesar USD 2,69 miliar.

Ekspor utama Indonesia ke Australia antara lain peralatan televisi, kayu, pupuk, mesin, emas, dan pipa besi. Adapun impor Indonesia dari Australia di antaranya gandum, batu bara, bijih besi, minyak bumi, dan gula.

Pada sektor investasi, Australia merupakan sumber investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) ke-10 dengan nilai USD 348 juta dan 1.562 proyek di sektor pertambangan, industri mesin, elektronik, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan pada 2020. []