Pelopor.id – Pemerintah Resmi Meluncurkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Mangrove di Probolinggo. Dalam program ini, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bekerjasama dengan PT. Pelindo dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. yg memiliki potensi yang besar untuk penanaman mangrove.
“Sekitar 50% kawasan mangrove di pulau Jawa berada di Provinsi Jawa Timur, dan Probolinggo merupakan wilayah yang memiliki potensi mangrove yang cukup besar, sehingga diusulkan untuk menjadi salah satu lokasi program CSR mangrove,” tutur Menko Marves Luhut Binsar Padjaitan sata pembukaan secara virtual, Kamis (9/12/2021).
Menko Luhut menjelaskan, secara geografis wilayah kota Probolinggo di sebelah utara berbatasan langsung dengan laut yaitu Selat Madura. Oleh karena itu, sebagian penduduknya tinggal di area pesisir di mana kehidupannya sangat ditunjang oleh keanekaragaman hayati pesisir, dan salah satunya adalah mangrove.
“Pemerintah Indonesia akan menjadikan mangrove sebagai show case kepada para Leaders di G20.”
Mangrove bagi Probolinggo dapat memberikan manfaat yang sangat banyak, dari segi ekologi dapat menjaga pesisir dari terjangan ombak besar dan angin kencang, dan secara ekonomi dapat membantu dari ekowisata dan produk turunan mangrove.
“Saya lihat ekowisata mangrove di Probolinggo sudah berkembang pesat, begitu juga dengan wilayah lainnya di Jawa Timur. Terima kasih dan apresiasi saya untuk pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk hal ini,” ungkap Menko Luhut.
Program mangrove ini, lanjut Menko Luhut menjadi salah satu program Presiden, sehingga kita semua harus serius membantu merealisasikan program rehabilitasi 600.000 hektar (Ha). Selain itu, pemerintah Indonesia juga akan menjadikan mangrove sebagai show case kepada para Leaders di G20 yang rencananya akan berlangsung tahun depan di Indonesia.
“Tahun depan Indonesia akan menjadi tuan rumah Presidensi G20. Hampir seluruh provinsi di Indonesia akan menjadi lokasi pelaksanaan side event dari seluruh rangkaian G20, termasuk Jawa Timur. Salah satu isu penting di G20 adalah perubahan iklim. Dan pemerintah Indonesia akan menjadikan mangrove sebagai show case kepada para Leaders di G20. Saya minta kita siapkan sebaik-baiknya program mangrove kita untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga iklim dunia,” tegasnya.
Baca juga :
Menko Luhut juga mengatakan bahwa tahun depan pemerintah akan menarik sektor swasta atau BUMN lainnya untuk turut membantu program rehabilitasi mangrove dan pemeliharaan dengan area mangrove yang lebih luas.
Adapun pada Tahun 2021 Jatim telah melakukan penanaman mangrove sebanyak 881.508 batang pada lahan seluas 295,62 Ha, yang tersebar di Kabupaten Gresik sebanyak 5.000 batang dengan luas 1,5 Ha, di Kabupaten Bangkalan sebanyak 254.479 batang dengan luas 104,49 Ha.
Kemudian di Kabupaten Pasuruan sebanyak 25.000 batang dengan luas 10 Ha, di Kabupaten Situbondo sebanyak 163.449 batang dengan luas 49,53 Ha, di Kabupaten Banyuwangi sebanyak 338.580 batang dengan luas 100,1 Ha dan di Kabupaten Probolinggo sebanyak 95.000 batang dengan luas 30 Ha. []












