Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok Penyambut Pasukan Perang

0
Gendang Beleq
Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id – Gendang Beleq, pasti sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Lombok. Yakni, salah satu musik tradisional yang sudah digunakan secara turun temurun dan diwariskan oleh orang terdahulu yang mendiami Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gendang Beleq, merupakan sekelompok penabuh gendang yang terdiri dari belasan personel yang kerap tampil sebagai penghibur pada saat hajatan seperti pengiring tradisi nyongkolan, pelaksaan khitanan dan kegiatan tradisi lain yang ada di Lombok.

Baca juga : Mengenal Ritual Mandi Safar dan Manfaatnya Bagi Pariwisata NTB

Gendang Beleq berasal dari Suku Sasak (Suku yang mendiami Pulau Lombok). Gendang berasal dari bunyi gendang itu sendiri, yaitu deng atau dung. Sedangkan Beleq berasal dari bahasa Sasak yang berarti besar. Sehingga Gendang Beleq berarti gendang besar.

Jauh sebelum gendang beleq di fungsikan sebagai pengiring hiburan tepatnya pada abad ke-14 Masehi atau zaman kedatuan, gendang beleq sering digunakan sebagai penyemangat kepada pasukan perang ketika hendak dan pulang dari perang.

Gendang Beleq
Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Namun seiring perkembangan zaman, gendang beleq mengalami pergeseran fungsi yang dulunya digunakan untuk menyambut pasukan perang, kini digunakan sebagai musik penyambutan kedatangan para tamu, hingga acara-acara kebudayaan.

Gendang Beleq dimainkan secara berkelompok dengan membentuk semacam orkestra yang terdiri dari dua Gendang Beleq yang disebut mama (laki-laki) dan gendang nina (perempuan) yang berfungsi sebagai pembawa dinamika.

Baca juga : Mengungkap Potensi Besar Ekspor Ikan Arwana

Selain itu, juga terdiri atas sebuah Gendang Kodeq (gendang kecil), perembak belek dan perembak kodeq sebagai alat ritmis, gong dan dua buah reog, yakni reog nina dan reog mama sebagai pembawa melodi. Pemain Gendang Beleq memainkan Gendang Beleq sambil menari. Biasanya, pemain Gendang beleq terdiri dari 13 sampai 17 orang.

Gendang Beleq selain memiliki nilai filosofis juga disakralkan oleh masyarakat Suku Sasak. Mereka menilai, Gendang Beleq memiliki nilai keindahan, ketekunan, kesabaran, kebijakan, ketelitian, dan kepahlawanan. Nilai-nilai inilah yang selalu diharapkan menyatu dengan hati masyarakat Suku Sasak. []