Menko Luhut: Penerapan PPKM Jawa-Bali Cukup Terkendali

0
Menko Luhut
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto:Pelopor.id/Tangkapan Layar Youtube Setpres)

Pelopor.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, penerapan PPKM yang masih terus dilakukan di Jawa-Bali menunjukkan tren yang cukup stabil. Hal ini diungkapkannya saat membuka evaluasi mingguan mengenai perkembangan informasi dari penanganan pandemi Covid-19 wilayah Jawa-Bali, Senin (29-11-2021).

Menko luhut menjelaskan, pernyataannya itu dibuktikan dengan jumlah kasus covid yang terus terjaga pada tingkat yang cukup rendah. Kasus konfirmasi terus ditekan dan penurunannya ada di angka 99 persen sejak puncak kasus bulan Juli lalu.

Meski tren Covid-19 di Jawa-Bali cenderung stabil, saat ini terjadi peningkatan nilai Rt (penambahan kasus aktif nasional). Spesifik di Jawa-Bali, peningkatannya terjadi 4 hingga 5 hari berturut-turut pada periode awal munculnya varian delta.

“Kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Nataru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat,”

Ada penambahan 23 kabupaten/kota yang masuk ke dalam level 2 berdasarkan hasil asesmen 27 November 2021 dan sebanyak 8 Kabupaten Kota yang masuk ke dalam level 1.

Berdasarkan asesmen dari World Health Organization (WHO) itu, 10 kabupaten/kota yang kembali ke level 2 diantaranya berada di wilayah Jabodetabek yang terjadi akibat turunnya angka tracing (penapisan) anggota aglomerasi di wilayah Jabodetabek.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Luhut juga menjelaskan perkembangan kasus varian Omicron yang telah menyebar di beberapa negara, seperti Afrika Selatan, Botswana, Jerman, Belgia, Inggris, Israel, Australia, dan Hongkong.

Terkait hal ini, pemerintah telah mengambil langkah-langkah kebijakan yang telah diumumkan sebelumnya dan akan terus mengevaluasi kebijakan setiap saat untuk meminimalisasi dampak dari masuknya varian baru tersebut.

Sementara survey Google Mobility Jawa-Bali dan Indeks Belanja Masyarakat menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat sudah cukup signifikan dibandingkan data pada periode Nataru 2020 dan mendekati periode Libur Idul Fitri 2021.

“Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Nataru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat,” ujar Menko Luhut.

Baca juga :

Menurutnya, ini harus dijadikan sebagai pengingat untuk lebih taat protokol kesehatan dan 3T, bukan untuk menimbulkan kepanikan.

“Saat ini, jumlah testing dan tracing kita pun sudah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bulan November tahun lalu. Tingkat vaksinasi kita juga sudah di atas 60 persen dibandingkan dengan tahun 2020 di saat program vaksinasi belum berjalan,” tegasnya.

Menko Luhut juga meminta masyarakat tak panik lantaran pemerintah telah memiliki aplikasi yang terintegrasi Peduli Lindungi yang perlu untuk terus ditegakkan penggunaannya.

Menko Luhut menegaskan kembali bahwa dirinya meminta agar masyarakat tidak panik karena varian Omicron.

“Kita hanya perlu waspada dan berjaga-jaga dengan kembali mengetatkan penerapan protokol kesehatan yang sudah mulai terlihat abai ini,” tandas Menko Luhut.

Masyarakat diminta untuk taat protokol kesehatan agar peningkatan kasus secara signifikan pada bulan Juli lalu tidak terjadi kembali. []