Pengamat : Aturan Karantina 8 Hari Tidak Relevan dengan Ajang WSBK yang Hanya 3 Hari

0
WSBK
World Superbike WSBK. (Foto: Pelopor.id/Antara)

Pelopor.id | Jakarta – Pengamat sekaligus Ahli Strategi Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi,  menganggap aturan karantina 8 hari yang diberlakukan pemerintah untuk wisatawan internasional tidak relevan. Sebab pelaksanaan event World Superbike WSBK hanya berlangsung 3 hari saja yakni mulai 19-21 November 2021 di Sirkuit Mandalika-Lombok Tengah.

“Dengan adanya PCR, saya rasa itu sudah menjadi jaminan bahwa protokol kesehatan itu sudah dilaksanakan. Kembali, ketentuan tentang karantina 8 hari harus ditinjau ulang.”

“Sudah saatnya ditinjau kembali ketentuan tentang karantina 8 hari. Ini harus ditinjau ulang, mengingat bahwa sesuai dengan arahan bpk presiden dan WHO kita harus belajar untuk hidup berdampingan dengan covid-19,” tutur TR panggilan akrabnya kepada Pelopor.id, Rabu, 6 Oktober 2021.

Taufan Rahmadi
Pengamat Pariwisata Taufan Rahmadi. (Foto:pelopor/Koleksi TR)

Sebelumnya, Pemerintah menyebutkan bahwa Bandara Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk internasional pada tanggal 14 Oktober 2021 dengan persyaratan mengenai karantina, test, dan kesiapan satgas. Adapun setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri.

Sementara menurut Pengamat, tes PCR sudah menjadi jaminan bahwa protokol kesehatan sudah dijalankan.

“Dengan adanya PCR, saya rasa itu sudah menjadi jaminan bahwa protokol kesehatan itu sudah dilaksanakan. Kembali, ketentuan tentang karantina 8 hari harus ditinjau ulang,” tegasnya.

Saat Rakor Sekretariat Dewan KEK Mandalika, Taufan Rahmadi juga sempat menyinggung soal kuota tiket untuk WSBK. Menurutnya, hingga saat ini masih belum ditentukan berapa jumlah kuota dan pola pendistribusiannya. Padahal event WSBK tinggal menghitung hari.

”Itu belum bisa dipastikan oleh ITDC maupun MGPA,” ucap Taufan. []