Bandara Ngurah Rai Bali Dibuka untuk Wisman 14 Oktober

0
Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Pelopor.id/Kemenko Marves)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin, 4 Oktober 2021 menyampaikan bahwa Pemerintah kembali melanjutkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2-4 untuk menekan penyebaran virus corona.

“Setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri,”

Meski demikian, pemerintah akan memberikan sejumlah pelonggaran seiring situasi Pandemi Covid-19 yang terus menunjukkan perbaikan selama dua minggu belakangan ini. Adapun kasus konfirmasi nasional turun 98% dan kasus konfirmasi Jawa Bali juga menunjukan penurunan hingga 98,7% dari puncaknya pada 15 juli lalu.

Sedangkan pelonggaran itu, salah satunya adalah Pemerintah akan membuka kembali Bali untuk para wisatawan mancanegara.

“Bandara Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk internasional pada tanggal 14 Oktober 2021 selama memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, test, dan kesiapan satgas. Setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri,” kata Luhut melalui channel YouTube Sekretariat Presiden Senin, 4 Oktober 2021.

Selain ini, pemerintah juga memperbolehkan tempat fitness untuk buka kembali pada sejumlah wilayah dengan pembatasan kapasitas dan Protokol Kesehatan (prokes) ketat.

“Pembukaan pusat kebugaran/fitness centre dengan kapasitas maksimal 25% dengan pemberlakuan prokes ketat dan Screening Peduli Lindungi pada wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Solo Raya, Semarang Raya, Jogjakarta, dan Surabaya Raya,” sebut Menko Luhut.

Pemerintah juga memberikan kelonggaran dengan memperbolehkan counter makanan dan minuman didalam bioskop untuk buka.  Namun kapasitas bioskop tetap dibatasi sebanyak 50% dan berlaku untuk kota-kota dengan PPKM level 3, 2 dan 1. []