Kunci Atasi Kemiskinan Ekstrem dari Abdul Halim Iskandar

Abdul Halim Iskandar
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, meresmikan Graha Ahmad Bagdja di Desa Pajawan Kidul, Kuningan, Jawa Barat, Jumat, 1 Oktober 2021. (Foto: Pelopor.id/Kemendes PDTT)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, meresmikan Graha Ahmad Bagdja di Desa Pajawan Kidul, Kuningan, Jawa Barat, Jumat, 1 Oktober 2021.

Dal peresmian itu, Halim Iskandar yang didampingi istrinya Nyai Lilik Umi Nashriyah, bertemu dengan sejumlah Kepala Desa atau yang disebut Kuwu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pendamping Desa dan organisasi masyarakat (ormas).

“Dimana-mana selalu saya katakan, Indonesia ada desa dan Desa adalah Indonesia,”

Kepada para Kuwu, Gus Halim panggilan akrabnya menegaskan jika Desa merupakan Kunci pembangunan Indonesia karena desa bakal menopang pembangunan pada tingkatan diatasnya. Oleh sebab itu, Kementerian Desa PDTT sedang berupaya menuntaskan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada tahun 2024.

Bacaan Lainnya

“Kuncinya sederhana, kemiskinan ekstrem akan tuntas kalau dilakukan di desa,” tutur Gus Halim berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Pelopor.id, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Abdul Halim Iskandar
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar memberikan sambutan daat meresmikan Graha Ahmad Bagdja di Desa Pajawan Kidul, Kuningan, Jawa Barat, Jumat, 1 Oktober 2021. (Foto: Pelopor.id/Kemendes PDTT)

Sebab menurut Mantan Ketua DPRD Jawa Timur tersebut, di desa itu datanya konkrit, riil dan tidak bisa dipalsukan. Bupati Kuningan Acep Purnama pun, sebut Gus Halim, sepakat untuk segera menyelesaikan data desa berbasis SDGs Desa. Selain itu, Mendes PDTT telah menitipkan agar desa dibangun merujuk pada permasalahan yang ada di desa.

“Pemutakhiran data berbasis SDGs Desa di Kuningan sudah sangat bagus dengan mencapai 80 persen. Data itu tinggal di upload di sistem maka data-data itu menjadi milik Pak Kuwu yang lengkap terkait kemiskinan, kesehatan warga, termasuk derajat stunting,” tegas Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Baca Juga :   Lampung Juara Umum Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional ke-22

Jika desa maju maka tingkatan dibatas hingga level Indonesia dipercaya akan semakin maju. “Dimana-mana selalu saya katakan, Indonesia ada desa dan Desa adalah Indonesia,” ucap Gus Halim.

Selanjutnya, Gus Halim juga mengajak pihak lain yang hadir seperti Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Ormas untuk konsolidasi dan kerjasama untuk membangun Indonesia dari desa. Turut hadir Kepala Pusdatin Kemendes PDTT Ivanovich Agusta dan Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi FX Nugroho Setijo Negara.

Sebelumnya, Gus Halim bertemu dengan Bupati Kuningan Acep Purnama untuk kordinasikan penyelesaian data SDGs untuk penuntasan kemiskinan ekstrem. Gus Halim saat ini berkeliling ke sejumlah daerah di Jawa Barat untuk menuntaskan program Kemiskinan Ekstrem.[]

Pos terkait